Yusra Fadli “Bercerita tentang Bumi”


(Writer: Awan / Photo: Doc. Yusra Fadli)

IMG-20160114-WA0019

“Ilmu bumi itu identik dengan cara kita mempelajari alam, dengan mempelajari alam kita bisa lebih dekat Tuhan, Sang Pencipta semua alam di dunia.” (Yusra Fadli)

Sobat Kuntum pada tahu nggak Kebumian itu apa? Ilmu ini merupakan ilmu yang membahas tentang dinamika yang ada di muka bumi, seperti tanah, bebatuan, air, tumbuhan dan hal lainnya yang ada di bumi ini. Sekarang ini bumi sudah semakin tua dan rusak disebabkan ulah tangan manusia, sehingga menyebabkan bencana. Salah satu contohnya yaitu perubahan iklim atau Global Warming. Tampaknya dibutuhkan orang-orang yang sadar untuk menjaga kelestarian bumi dengan cara yang asik, yaitu belajar Kebumian. Di antara sekian banyak orang yang tertarik belajar Kebumian, salah satunya adalah Yusra Fadli. Ketertarikan Yusra dimulai ketika mengikuti ajang olimpiade. Yusra menyadari bahwa mempelajari ilmu Kebumian banyak memberikan pelajaran tentang kehidupan, alam dan Sang Pencipta.

Dari Astronomi ke Ilmu Bumi

Laki-laki yang lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat ini pada awalnya mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Astronomi. Pengalaman mengikuti OSN terjadi ketika cowok yang lahir pada 2 Maret 1997 ini masih duduk di bangku kelas sepuluh SMA. Pada waktu itu, ia ingin mengikuti lomba Astronomi di Provinsi Sumatera Barat. Namun ternyata, takdir berkata lain, Sob. Yusra belum berhasil mengikuti OSN Astronomi karena kuota OSN bidang Astronomi di Provinsi Sumatera Barat sudah penuh dan ditutup. “Waktu itu saya sedikit kecewa ketika mengetahui bahwa saya tidak bisa mengikuti lomba Astronomi. Padahal saya sangat ingin sekali mengikutinya.” Kenang pria yang memiliki hobi berkumpul, tertawa, berbagi, dan cerita bersama teman-temannya ini.

IMG-20160114-WA0020

Hal itu nggak membuatnya kehilangan semangat. Ia terus berusaha agar dirinya tetap bisa mengikuti OSN dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang lomba terkait. Akhirnya, anak pertama dari empat bersaudara pasangan Amir Evendi dan Saridawati ini memutuskan untuk banting setir dan mendaftar OSN bidang Kebumian. “Saat mengetahui bahwa Olimpiade Kebumian masih bisa diikuti, akhirnya saya mendaftar saja. Waktu itu saya beranggapan bahwa mungkin Ilmu Astronomi ini tidak Jauh berbeda dengan Kebumian jadinya saya ya coba-coba ikut sajalah.” Tuturnya

Sewaktu mengikuti Olimpade Kebumian, Yusra harus melalui beberapa tahapan, yaitu tingkat kabupaten, provinsi dan lanjut tingkat nasional di Jakarta. Saat seleksi tingkat kabupaten, Yusra berhasil menjuarainya. Namun, memasuki tingkat provinsi, laki-laki yang memiliki prinsip “Tidak akan pacaran sebelum sukses dan membahagiakan keluarga” ini harus mengakui keunggulan lawannya. “Saya gagal menjuarai tingkat provinsi dan mewakili Sumatera Barat untuk terus melanjutkan ke tingkat nasional. Waktu itu saya menyadari bahwa saya harus belajar lebih giat lagi untuk bisa memenangkan olimpiade ini.”

Tabungan dan Biaya Sendiri

Berbekal pengalaman dan niat yang kuat ketika mengikuti olimpiade sebelumnya. Yusra mulai menyukai tentang hal-hal yang berbau Kebumian dan memutuskan untuk belajar lebih keras lagi. Di tahun berikutnya, ketika memasuki kelas sebelas SMA. Ia memutuskan untuk belajar materi tentang Kebumian di Jakarta. Saat ia hendak mengikuti kembali OSN bidang Kebumian untuk yang kedua kalinya. Ia justru terhambat kendala biaya. Nggak hanya itu aja. Perhatian dari pemerintah dan sekolah pun nggak mendukung Yusra untuk belajar ke Jakarta. Berbekal tabungan sendiri dan tabungan orangtuanya, laki-laki yang berzodiak Pisces ini pun akhirnya berangkat ke Jakarta dan belajar ilmu Kebumian selama sepuluh hari. Alhasil, Yusra Fadli jebol menjuarai OSN bidang Kebumian. Ia mewakili provinsi Sumatera Barat dalam OSN Kebumian di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Berkat prestasinya tersebut, pria yang pernah memperoleh media perak ini diterima melalui jalur undangan di Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. “Saya sangat mencintai kebumian, dan saya berharap dengan mempelajari ilmu ini nantinya saya bisa menjadi berguna bagi Indonesia, saya merasa sudah banyak berhutang kepada bangsa ini. Oleh karena itu, saya harus berjuang untuk menjaga dan memajukan bangsa ini.” Tutup laki-laki yang bercita-cita menjadi dosen ini.

Comments 0

Yusra Fadli “Bercerita tentang Bumi”

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: