Tuhan, Aku Merindukan


Tuhan, Aku Merindukan

 

Tuhan,

Bau sarimi itu masih ada

Mengingatkan aku ingin makan

 

Tuhan,

Aku merindukan bau kertas

Bukan bau sarimi

Hanya dibutuhkan saat lapar

Memang, sih, disanjung orang

Tapi proyeksinya nol besar

 

Tuhan,

Aku merindukan bau kertas

Mau ditulisi ballpoint merah, biru, hijau

kuning, pink atau apapun

Tetap diam

 

Tuhan

Aku merindukan bau kertas

Yang ikhlas menerima

 

Tuhan,

Aku merindukan bau kertas

Yang malam ini kutangisi

 

Chuswatun Kasanah

SMA Muhammadiyah Pakem

 

 

 

 Keheningan Dalam Rimba

 

Di antara angin malam

Di antara kabut yang menyelimuti

Di antara gugusan bintang yang indah

Dan, diantara ransel-ransel kosong

Aku kembali

Kembali kepada rimbamu

Kembali menikmati sepimu

Kembali kepada kekosongan

Ini caraku

Menikmati surgamu Tuhan

Menikmati yang sudah engkau ciptakan

Karena ini senantiasa membuatku bersyukur

Senantiasa merasa kecil di antara alam-Mu yang megah

Karena awan pun tak pernah menyatakan dirinya tinggi

Bukankah manusia seharusnya demikian?

Tak menjadikan apapun menjadi kesombongan

Karena Tuhan tak pernah mengajarkan kesombongan

Pada kehidupan umatnya

 

Sri Rejeki Budiati

SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta

 

 

 

Filosofi Derai Hujan

Derai hujan yang kerap kali menyuarakan kepiluan

Semata karena terpisah dari lautan

Mengunjungi batu demi batu

Waktu demi waktu

Sendirian

 

Kita yang alpa

Menabur puja-puji pada lengkung pelangi

Padahal hanya bayang-bayang hujan

Yang bercermin pada terik matahari

 

Ahmad Darus Salam

PP Hasyim Asyari

Comments 0

Tuhan, Aku Merindukan

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: