Tiada Jemu Menambah Ilmu


menuntut-ilmu-ngaji

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Sungguh asyik jika kita bisa menjadi sosok yang gigih
menimba ilmu sehingga hidup kita kian bermutu. Dengan ilmu, hidup menjadi mudah, terarah, indah, dan berfaedah.

Ilmu adalah sesuatu yang mulia, begitu juga para ahli ilmu. Ilmu memiliki banyak nilai lebih dibanding harta, jabatan, kedudukan, popularitas,……. Pertama, ilmu merupakan warisan para Nabi. Ingin menjadi pewaris Nabi? Mari selalu menimba ilmu tiada henti.

“Sesungguhnya para Nabi tidak meninggalkan warisan berupa uang emas dan uang perak melainkan hanya meninggalkan warisan berupa ilmu. Barangsiapa yang memngambilnya, maka telah mendapatkan bagian yang sangat banyak.” (HR. Abu Dawud).

Kedua, para ahli ilmu diangkat derajatnya oleh Allah di dunia dan akhirat. Harta, kedudukan, keturunan, usia,…memang bisa mengangkat derajat manusia.Tapi hanya derajat di dunia yang terangkat, bahkan seringkali itu bersifat semu. Yang banyak harta pun dapat terlempar ke derajat hina jika ia tidak berinfak dan malah menumpuk dosa. Yang berusia matang bisa menjadi tidak terhormat jika ia bermaksiat. Hanya orang beriman dan berilmu yang derajatnya diangkat sepanjang waktu. Simak QS. Al-Mujadilah: 11.

Ketiga, ilmu menjadi jalan menuju surga. Untuk meraih surga yang merupakan puncak kenikmatan memang tidak mudah. Jalan ke sana penuh aral melintang. Tapi kita yakin, dengan gigih mencari ilmu, kita akan dapat menempuh jalan mulia itu dengan mudah.

”Barangsiapa yang menempuh perjalanan dalam rangka mencari ilmu, Allah memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Keempat, ilmu itu abadi dan bernilai investasi meski kita sudah mati.  Seorang pasti mati dan terputuslah semua amal usahanya. Bagi pemilik ilmu yang bermanfaat akan tetap memperoleh aliran hasil usaha meski dia sudah meninggal dunia. Ilmu yang pernah dibagi-bagi akan bernilai investasi tiada henti.

Apabila manusia mati terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).

Kelima, ilmu bisa menjadi cahaya bagi pemiliknya, ahli ilmu menjadi pelita bagi manusia. Ilmu ibarat cahaya yang bersinar yang bisa menuntun hidup dengan benar. Para ahli ilmu pun memberikan bimbingan kepada manusia agar bisa menjalani hidup dengan benar dan terhindar dari kesesatan. Ya, ibarat pelita di tengah kegelapan.

Sungguh banyak keistimewaan ilmu dan para ahli ilmu. Ilmu sangat bermanfaat dalam mengantarkan manusia menuju kemuliaan. Ilmu bisa membawa kita menjadi pribadi bermutu dan penuh prestasi.

Untuk itu, mari kita terus mencari ilmu tiada jemu, menimba ilmu tanpa malu, menuntut ilmu tidak lesu. Bagi para pelajar, ayo bersekolah dengan tabah dan berwajah cerah, belajar di sekolah penuh gairah, pulang sekolah dengan gagah, belajar di rumah tidak ogah.

Bagi kita, tiada kata berhenti untuk belajar. Tetap belajar dengan tegar. Mengaji tiada henti, hadir di pengajian dengan kesungguhan dan tidak angin-anginan,….

Ilmu memang banyak keutamaannya. Lalu, apakah semua ilmu harus kita buru? Tentu saja tidak! Tidak sembarang ilmu punya keistimewaan. Bahkan ada beberapa ilmu yang justru terlarang dipelajari, misalnya ilmu sihir atau ilmu perdukunan.

Yang jelas mulia dan memiliki keutamaan adalah ilmu agama. Mestinya kita menguasai hal-hal yang berkaitan dengan agama. Meski demikian, tidak setiap pernik-pernik ilmu agama wajib dipelajari setiap orang. Ada yang bersifat fardhu ‘ain, ada yang fardhu khifayah. Kita wajib menuntut ilmu agama karena ia akan menuntun kita menuju kebenaran. Yang wajib dipelajari tentu saja adalah ilmu syar’i yang tidak pernah lepas dari dua sumber utama: Al-Quran dan As-Sunnah.

“Menuntut ilmu merupakan kewajiban asasi bagi setiap Muslim.” (HR. Muslim).

Berkait dengan ilmu pengetahuan, kita kembali kepada kunci utama: apakah ilmu itu bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah atau tidak? Apakah ilmu yang kita pelajari menambah iman, memperteguh ibadah, dan memperkuat akhlak atau tidak? Apakah memberi manfaat bagi kemaslahatan atau tidak? Jika ya, maka belajar ilmu pengetahuan menjadi perlu, bahkan harus.

Jika belajar suatu ilmu pengetahuan malah mendekatkan kita pada kemaksiatan…ini mesti dijauhi. Ada lembaga pendidikan seni lukis yang mengajarkan anatomi (seluk-beluk tubuh) manusia. Saat pelajaran praktek, tak jarang dihadirkan ‘model’ tanpa busana untuk digambar anatominya oleh para mahasiswa. Ngeri ya? Apapun alasannya, belajar ilmu semacam itu sungguh tidak perlu dan bikin malu.

Agar tidak salah jalan, kita harus bisa memilih tempat mencari ilmu yang bermutu. Tidak sembarangan. Kita pilih yang unggul, bukan yang cabul. Memilih sekolah misalnya, jangan sampai salah menentukan pilihan sehingga bisa merusak masa depan. Favorit atau tidaknya suatu sekolah tidak bisa menjadi ukuran baik-buruknya sekolah itu. Jika ada sekolah  cukup kondang tapi ‘kehidupan’ di dalamnya penuh kemaksiatan…itu jelas tidak layak dipilih. Misalnya para pelajar putri banyak yang berbusana mini, banyak siswa hobi berkelahi,  menyontek sudah menjadi tradisi, …..

Jika ada lembaga kursus yang membuka kelas pada jam-jam shalat, jangan buru-buru bergabung. Lebih-lebih jika di sana tidak disediakan tempat shalat. Apalagi jika pengelolanya banyak yang putri dan berpakaian seksi. Belajar di sana  jelas kurang barakah.

Untuk aktif di kegiatan kajian, kita pun harus bisa memilih majelis ilmu yang bermutu. Perhatikan soal dasar pemahaman agama yang dipakai. Jika standar pemahamannya hanya mengedepankan akal semata, perasaan, wangsit, mimpi, hasil diskusi,…itu tak pantas diikuti. Dasar memahami sumber ilmu dari Al-Quran dan As-Sunnah adalah dengan pemahaman para Sahabat Rasulullah. Perhatikan juga ajarannya, manhaj-nya (sistemnya), dan seluk-beluknya.

Agar berburu ilmu bisa sukses, kita mesti memperhatikan adab-adabnya. Antara lain harus ikhlas, bersih lahir dan batin, pandai bergaul dan memilih teman belajar, senantiasa berdzikir. Juga memilih ilmu dan guru yang baik, serta menjunjung tinggi akhlak mulia.

Selamat memburu ilmu tiada jemu dan tanpa malu. Semoga kita menjadi insan bermutu. (*)

   Mas Sutrisno

sutrisnokuntum@gmail.com

WA.081328795546

       


Like it? Share with your friends!

74

Comments 0

Tiada Jemu Menambah Ilmu

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: