Salma Salsabila Hasna : Sayangi Lingkungan Sejak Dini


1475482805339-1

“Hidupilah lingkungan, karena lingkungan telah menghidupi kita.” (Salma)

Adiwiyata merupakan kebijakan yang diterapkan di sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, bersih dan indah. Sudah ada banyak sekali sekolah-sekolah di Indonesia yang saat ini menerapkan sistem sekolah adiwiyata, salah satunya adalah SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Sebagai sekolah rintisan adiwiyata, tepat pada puncak peringatan Milad SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta (Muha) pada Oktober 2016 lalu, Muha menobatkan Salma Salsabila Hasna sebagai Duta Adiwiyata di Muha.

Remaja yang akrab disapa Salma ini lahir di Pacitan, 26 November 2000 dan merupakan siswi kelas XI MIA 1. Siswi yang sekarang juga aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Palang Merah Remaja (PMR) ini mengatakan bahwa dirinya sangat kaget, nggak menyangka bisa terpilih sebagai Duta Adiwiyata. Gadis yang pernah menjadi Duta Remaja UGM “Fit Emotion Great Motivation” ini pun nggak sungkan untuk berbagi cerita mengenai proses pemilihan menjadi seorang duta. Kesimpulannya, terdapat lima tahap supaya bisa menyandang gelar tersebut.

“Pertama, kita dipilih dari 2 perwakilan putra dan putri per kelas dengan syarat-syarat tertentu. Diantaranya adalah berpengetauan luas, peduli lingkungan, memiliki prestasi, cakap, berpenampilan menarik, serta memiliki program untuk adiwiyata. Setelah itu, semua peserta dikumpulkan untuk mengikuti seminar pelatihan tentang adiwiyata. Diberikan masalah-masalah lingkungan di sekitar Jogja, serta cara-cara menanggulangi masalah lingkungan tersebut,” terang siswi yang juga menjadi anggota Lembaga Pers Remaja PD IPM Kota Yogyakarta itu.

Setelah mengikuti seminar tentang adiwiyata, peserta kemudian diminta untuk menjawab soal-soal tes tertulis. Meliputi konsep yang akan dicanangkan, 3R, serta materi-materi lainnya yang berkaitan dengan lingkungan. Sehari setelahnya, para calon duta melakukan aksi lingkungan dan pasar murah di bantaran Kali Code. Diakhiri dengan tes secara lisan. Prosesnya cukup panjang ternyata, Sob.

Adapun program-program yang dicetuskan oleh cewek yang suka warna putih, biru muda, kuning dan hijau tosca ini terdiri dari enam program, yaitu pengadaan alat-alat kebersihan kelas, membentuk satgas lingkungan kelas, program Jum’at akhir sehat, biopori kompos, pemanfaatan barang bekas dan program pemisahan sampah.

“Siswa-siswi di Muha masih banyak yang mengandalkan Pak Bon (Cleaning Service – red). Mengapa mereka begitu? Karena tidak adanya fasilitas kebersihan. Di kelas kita sama sekali nggak ada sapu atau kemoceng. Makanya, salah satu program ini adalah mengadakan alat kebersihan kelas,” tukas alumnus Jumbara Nasional VII PMR itu.

16-10-03-11-12-43-114_photo

Mengajak dengan Memberi Tauladan

Dalam menjalankan program-program sebagai Duta Adiwiyata. Kerjasama dari berbagai elemen di sekolah tentu saja dibutuhkan. Agar progam dapat berjalan dengan lancar dan lingkungan pun dapat terurus dengan baik. Namun demikian, tantangan dalam menjalankan program adalah sebuah keniscayaan. Salma menyikapinya dengan bijak.

“Yang menjadi tantangan dalam menjalankan program itu yang paling besar menurut saya adalah melawan rasa apatis terhadap lingkungan sekitar, karena beberapa siswa masih belum sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Sebagai contoh, jijik jika disuruh membuang sampah yang ada di dalam kelas ke tempat sampah yang lebih besar. Kemudian, bagaimana kita tetap istiqomah dalam peduli lingkungan, karena seringkali kita merasa malas,” tegas remaja berkulit sawo matang ini.

Ketika ditanya tentang bagaimana cara Salma mengajak teman-temannya untuk peduli lingkungan. Ia mengatakan bahwa dirinya mengajak dengan cara yang baik, yaitu dengan memberi tauladan. Misalnya, apabila ada guru yang meminta seorang siswa untuk membuang sampah pada tempatnya, tapi siswa tersebut nggak bergeming. Maka Salma yang akan turun tangan secara langsung menggantikan peran siswa itu.

“Untuk menyadarkan siswa lain, kita nggak pakai cara keras atau memberitahu mereka dengan tegas. Tetapi kita berusaha menyadarkan para siswa Muha untuk membuka mata hati dan mengulurkan tangan mereka untuk lingkungan. Sehingga di dalam diri mereka terbentuk kesadaran untuk menjaga dan merawat lingkungan,” lanjut Salma.

Setelah dicari tahu, ternyata tugas seorang duta itu mulia sekali, ya! Patut untuk dijadikan contoh buat Sobat Kuntum. Diterapkan di sekolah kalian juga bisa lho, Sob!. Selanjutnya, Salma juga menaruh harapan yang besar kepada para siswa di sekolahnya untuk peduli dengan lingkungan. Siapa lagi yang bisa menjaga lingkungan kalau bukan penghuninya.

“Harapannya supaya siswa Muha lebih sadar dan peka terhadap lingkungan sekitar. Kebersihan kelas sendiri bagian kecilnya, jangan terus-terusan mengandalkan cleaning service. Hidupilah lingkungan! Karena lingkungan telah menghidupi kita,” pesan Salma. (Fiya)


Like it? Share with your friends!

104

Comments 0

Salma Salsabila Hasna : Sayangi Lingkungan Sejak Dini

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: