Raja Juli Antoni Rajanya Study Abroad


(Writer: Fiya / Photo: rajajuliantoni.com)

raja-juli-antoni1

Seperti Namanya, Tokoh Kelahiran Pekanbaru ini Kerap Disebut Sebagai Rajanya Perkuliahan Luar Negeri.

Saat ini, kuliah di luar negeri udah jadi impian dari sebagian banyak orang. Apalagi kalau kuliahnya bebas biaya alias dapat beasiswa. Kuliah di luar negeri sebenarnya bukan sebuah ketidakmungkinan. Buktinya salah satu tokoh bernama Raja Juli Antoni ini erat banget kaitannya sama perkuliahan luar negeri. Pria kelahiran Pekanbaru, 13 Juli 1977 ini merupakan salah satu dari sekian banyak orang Indonesia yang sukses menempuh pendidikan di luar negeri. Terutama studi jenjang S2 dan S3. Sehingga nggak heran kalau kemampuan bahasa asing nggak usah ditanyakan lagi, Sob, mahir banget. Pria yang semasa kecilnya akrab dipanggil Toni ini merupakan anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga Muhammadiyah, sehingga sisi Muhammadiyah-nya sangat melekat dalam setiap gerak langkah aktivitasnya.

Lebih lanjut lagi, ketika beliau ditanya, apakah para pemuda Indonesia sudah menginternasional atau belum, beliau mengatakan bahwa tolok ukurnya adalah pada sisi bahasa asing yang dikuasai. ”Tolak ukurnya adalah pada bahasa Inggris, karena pergaulan dunia sekarang menggunakan bahasa Inggris. Berdasarkan survei yang dilakukan di Asia Tenggara, membuktikan bahwa kemampuan bahasa inggris orang Indonesia masih lemah dibandingkan dengan negara lainnya. Kita perlu menghilangkan anggapan bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa berbahasa inggris. Ini berbahaya untuk masa depan Indonesia. Bahasa inggris itu sangat penting, yang paling penting adalah perbaiki sistem pendidikan bahasa inggris. Jangan hanya diajari grammar saja,” Jelas beliau.

Adapun sejarah menempuh studi di luar negeri yang dilalui mantan ketua umum Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM) ini diantaranya pada tahun 2004 beliau mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk studi master di The Departement of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris. Sementara itu, pada tahun 2010 dengan beasiswa dari Australian Develompment Schoolarship (ADS), Toni meneruskan studi doctoral di School of Political Science and International Studies, The University of Queensland, Australia.

Kuliah Luar Negeri Bukan Zona Nyaman

Tentu saja, ketika seseorang memutuskan untuk pergi dan menimba ilmu di luar negeri, bukan hal yang mudah untuk benar-benar meyakinkan diri dan siap mental. Berbagai bekal harus dipersiapkan untuk menghadapi berbagai perbedaan-perbedaan yang ada disana, karena jauh dari tempat tinggal asli bukanlah kawasan zona nyaman. Termasuk seberapa besar tingkat ketertarikan untuk studi di luar negeri juga memengaruhi keyakinan diri seseorang. “Yang pertama karena ada niat. Sejak SMA. saya punya mimpi untuk masuk menjadi international community. Maka dari itu saya serius belajar bahasa Inggris dan Arab. Kalau sekarang beasiswa kan banyak sekali, permasalahannya sekarang adalah serius atau tidak. Serius dalam arti bisa mandiri dan memiliki tradisi keilmuan.” Ungkap pria yang pernah jadi ketua PR IPM Garut ini. “Sejak usia belia saya yakin dunia luas, masing-masing negara punya keunikan sendiri. Seperti Eropa dan negara-negara barat, disana punya tradisi akademik yang kuat dan tradisi menjaga cagar budaya”. Lanjut beliau.

IMG_2822

Nah, selain bercerita mengenai pengalamannya studi di luar negeri, pria yang sekarang aktif menjadi Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII) ini juga menyinggung tentang dunia pendidikan Indonesia, Sob. Barangkali hal ini dapat semakin menyadarkan kita mengenai gambaran sistem pendidikan yang ada di negeri pertiwi kita ini. “Kalau mencontoh langsung sistem pendidikan negara mana itu menurut saya sulit, karena sistem pendidikan itu kan hal-hal prinsipal. Kritik pada sistem pendidikan seperti pendidikan kita terlalu mengandalkan kognitif, sehingga sekolah menjadi institusi yang menakutkan, anak menjadi takut untuk masuk institusi. Kemudian beban akademik yang terlalu berat dan hak bermain anak dihilangkan. Kalau di Australia, anak diajarkan mencintai buku. Bukan hanya membaca buku, tradisi membaca di luar negeri sangat kuat sekali. Orang-orang membaca buku di kereta atau bis. Kalau di Indonesia, kan, orang baca status.” Papar bapak yang salah satu anaknya lahir di Australia ini.

Dengan kata lain, sistem pendidikan itu sangat memengaruhi semangat belajar para siswa. Setuju? Sebagai suntikan semangat, Raja Juli Antoni memiliki pesan buat Sobat Kuntum. “Kita sekarang menghadapi tatanan dunia yang baru. Setelah kita melakukan reformasi, orang tidak lagi diukur dia anak siapa. Orang lebih diukur dengan apakah dia memiliki kualitas atau tidak. Sekarang siapa saja bisa mengikuti kompetisi manapun. Semisal menjadi presiden, seperti presiden sekarang yang berasal dari kalangan biasa-biasa saja. Namun, ia bisa menjanjikan sesuatu.” Tutup Toni.

Comments 0

Raja Juli Antoni Rajanya Study Abroad

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: