Panti Asuhan Ashabul Kahfi : Bina Karakter Lewat Qur’an dan Bisnis


Kuntum berkesempatan  mengunjungi salah satu panti asuhan yang ada di Kapubapaten Sleman. Panti asuhan ini bernama Ashabul Kahfi yang artinya adalah sahabat goa.  Tepatnya bertempat di Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.  Panti ini berdiri atas inisiatif dari seorang pemuda bernama Baharuddin Rochim (22 tahun), berbekal pengalaman yang ia dapatkan di sekolah  kader muhammadiyah (Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta). Bersama dengan Tri Muliana Budianto pada tahun 2016 lalu.

Awal mula berdiri, panti asuhan ini hanya dihuni oleh delapan anak asuh sampai saat ini. Pendirian Ashabul Kahfi bertujuan untuk menampung para siswa dan siswi yang memiliki keadaan yang kurang beruntung. Dalam artian bisa dikatakan para anak asuh di Panti Ashabul Kahfi ini berasal dari ragam kondisi keluarga yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada anak asuh yang berasal dari keluarga yang broken home (cerai) kemudian nggak betah di rumah, akhirnya ditampunglah di panti ini. Ada pula anak asuh dengan kondisi orang tua yang memang kurang mampu (miskin), maka panti asuhan inilah sebagai solusinya.

Dibalik berdirinya panti asuhan ini ternyata ada cerita menarik, Sob! Panti ini dulunya adalah hasil dari wakaf seorang dermawan yang mewakafkan rumah beserta tanah yang luas untuk dimanfaatkan menjadi panti asuhan. Namun, wakaf tersebut nggak serta merta dengan kondisi yang maksimal untuk digunakan. Kebanyakan, atap dari bangunan ini bocor dan konon ketika hujan, air hujan turun layaknya air terjun. “Ketika hujan itu mirip air terjun mas, itu penagalaman yang paling berkesan bagi saya ketika tinggal di sini,” kenang Anton salah satu anak asuh panti.

Pembiasaan Ibadah & Bisnis

Panti ini pun, nggak sekedar menampung anak- anak yang kurang beruntung. Akan tetapi, panti asuhan Ashabul Kahfi ini berkomitmen untuk membangun akhlak dan karakter anak asuhnya sesuai dengan tuntunan Qur’an dan Sunnah. “Anak- Anak memang harus dibiasakan untuk hidup teratur dan dekat dengan al- Qur’an, karena dengan hal tersebut akan terbentuk akhlakqul karimah dan pribadi yang sholeh/ sholehah,” terang Bahar selaku pengurus panti. “Selama di Panti saya merasa lebih dekat dengan al-Qur’an karena seakan permasalahan yang saya alami masalah tersebut lama kelamaan akan menjadi ringan,” timpal Lina, seorang anak asuh tertua di panti.

Selain pembiasaan dekat dengan al-Qur’an,  anak asuh juga dibiasakan pula untuk sholat tahajud. Setiap paginya,  harus bangun pukul 03.00 kemudian  langsung mengambil air wudhu  untuk melaksanakan sholat tahajud secara berjama’ah. Setelah itu, dilanjutkan dengan kultum menjelang subuh. “Pertama kali bangun memang susah, bahkan ustadz Bahar sampai menyemprotkan air ketika kami susah bangun. Sebenarnya saya jengkel, tapi lama-kelamaan saya pun terbiasa bangun pagi,” terang Mugo, anak asuh ter-tambun di panti.

Panti  Aahabul kahfi juga turut memperhatikan kehidupan duniawi anak asuhnya. Hal ini terbukti dengan adanya pembinaan anak asuh di sektor bisnis. Wah mantap nih, Sob! Panti asuhan ini memiliki bisnis bebek petelor yang amat terkenal di daerah Moyudan karena di daerah tersebut banyak masyarakat yang mengembangkan sektor bisnis bebek petelor.

Harapannya, bisnis bebek petelor ini mampu memutus mata rantai kemiskinan dan membentuk karakter  anak asuh agar memiliki karakter yang survive atau mau kerja keras untuk kehidupan dunia mereka. Selain itu, dengan adanya usaha mandiri tersebut, harapannya dapat menghidupi gerak  langkah panti dengan  nggak  bergantung kepada donator 100%. Nah, bagi kalian yang berminat silaturahim ke Ashabul Kahfi ini,  langsung aja samperin ke Moyudan! (Penulis: Rheza / Foto: Dok. AK)


Like it? Share with your friends!

119
1

Comments 1

Panti Asuhan Ashabul Kahfi : Bina Karakter Lewat Qur’an dan Bisnis

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: