Nafas Perdamaian Dr. Zakir Naik


 

Sobat Kuntum, mungkin penasaran siapa sih, Dr. Zakir Naik itu? Beberapa waktu lalu, Kuntum sempat mengikuti agenda beliau saat berkunjung ke Yogyakarta. Melalui safari dakwah bertajuk “Zakir Naik Visit Indonesia 2017” pada tanggal 1-10 April 2017 lalu, pendakwah dari Mumbai India ini menyambangi beberapa daerah di Indonesia untuk menebarkan nafas perdamaian melalui pesan dakwah yang disampaikan. Diantaranya, Cibubur, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Ponorogo, dan Makasar. Di Yogyakarta khususnya, Dr Dzakir Naik berkesempatan menyampaikan nafas perdamaian dan keselamatan tersebut di Unversitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan tema Religion as an Agent of Mercy and Peace.

Dr Zakir Naik merupakan pendakwah yang langka. Sebelum menjadi pendakwah, sejatinya beliau adalah seorang dokter medis lulusan dari Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Namun, sejak 1991 ia telah menjadi seorang cendekiawan Muslim, Da’i, dan Mubaligh, sekaligus penulis buku-buku keislaman dan perbandingan agama. Nggak heran, jika Indian Express dalam terbitan 22 Februari 2009 silam memasukkan Zakir Naik pada peringkat 82 dari “100 Orang India Terkuat”. Sementara dalam daftar khusus “10 Guru Spiritual Terbaik India”, Zakir Naik berada di peringkat tiga, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar. Pada Ahad, 01 Maret 2015 lalu, Zakir Naik mendapatkan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Saudi Arabia, King Faisal International Prize (KFIP). KFIP merupakan penghargaan terhadap karya-karya luar biasa dari individu dan lembaga dalam lima katagori yakni Dakwah Islam, Studi Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan. Penghargaan itu disampaikan secara langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz.

Perdamaian Ala Zakir Naik

Sebagai seorang pendakwah, memiliki peran agar pesan dakwah yang disampaikan membuahkan pengaruh positif kepada jama’ahnya adalah hal yang mulia. Setiap ceramah, Zakir Naik tak hentinya menyampaikan misi Islam sebagai agama yang membawa perdamaian. Pertanyaan-pertanyaan jama’ah yang disampaikan kepada Zakir Naik adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering kali meragukan agama Islam. Namun, dengan misi perdamaian dan keselamatan yang digaungkannya, pertanyaan tersebut justru membuat jama’ah meyakini Agama Islam. Perdamaian yang diciptakan oleh DR Zakir Naik dengan menganalisa masalah dengan alasan yang logis dan ilmiah pula. Selain menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai rujukan utama.

Emi, seorang Katholik berusia 40 tahun salah satu jama’ah Safari Dakwah menyatakan bahwa sudah lama tertarik dengan Al-Qur’an. Emi belum mengucap syahadat namun sudah sempat beberapa kali melakukan sholat dan mempelajari Islam.

“Apakah sudah sah yang saya lakukan?” Pertanyaan Emi kepada Zakir Naik, kemudian dijawab. “Untuk masuk Islam kamu tidak harus proclaim (mengungumkan). Cukup meyakini dalam hati dengan syahadat berarti kamu sudah Islam,” pungkas Zakir Naik. Islam merupakan agama yang paling menegakkan toleransi dalam segala hal baik agama, ras, jenis kelamin, dan lain-lain. Maka, diakhir ceramah pada Safari Dakwah kemarin, Zakir Naik berpesan pada setiap muslim agar selalu berpedoman pada Al-Qur’an dan Islam niscaya akan mendapatkan kedamaian di dalamnya. Amin!


Like it? Share with your friends!

83

Comments 0

Nafas Perdamaian Dr. Zakir Naik

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: