Monica Tia Rissandy : Gadis Berjiwa Dir


Siapa diantara Sobat Kuntum yang menyukai olahraga beladiri? Kalau suka, berarti kalian setipe dengan remaja yang satu ini. Dia adalah Monica Tia Rissandy, biasa dipanggil Monica. Jiwa beladirinya mulai muncul pada pandangan pertama ketika  remaja kelahiran Yogyakarta, 14 Juni 2002 ini sedang mengikuti try out. Disela-sela kegiatan try out terdapat penampilan olahraga beladiri Tapak Suci. Sejak saat itu ketertarikannya muncul dan berlanjut sampai sekarang. Walaupun gadis berzodiak gemini ini baru mulai berlatih beladiri di kelas VII SMP.

“Mulai latihan beladiri sejak kelas satu SMP, alasannya karena ingin merasakan bagaimana beladiri. Sekarang masih di sabuk kuning, tapi sudah melati 3. Kalau Tapak Suci itu jadi sabuknya cuma ada tiga tetapi bertingkat. Ada melati satu sampai melati empat setiap tingkatnya. Terus kalau sudah naik sabuk itu berarti sudah naik tingkat,” papar putri dari Andri Sulistyawan dan Wagiyati itu.

Berangkat dari situ, Monica akhirnya masuk di salah satu sekolah yang memiliki keunggulan dalam seni beladiri Tapak Suci, yaitu SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Semenjak memasuki sekolah, remaja yang kini duduk di bangku kelas IX itu memutuskan untuk mengikuti ektrakurikuler Tapak Suci. Dari sanalah jiwa beladiri Monica semakin terasah, berkembang, dan menorehkan prestasi. Nggak hanya di lingkup kabupaten/ kota, perjalanan kompetisinya sudah sampai di tingkat nasional, yaitu dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tapak Suci di Malang, Jawa Timur.

“Kejuaraan di Malang itu tanggal 3-10 Desember 2016 lalu, bermain selama tiga kali di penyisihan dan sampai semi final, juara 3 dapat perunggu. Kalau sebelumnya di O2SN kemarin juara 2,” ujar Monica.

Modal Pede Berbuah Prestasi

Meskipun ia adalah seorang perempuan, namun dirinya nggak merasa minder dengan berbagai stereotype yang biasanya dilekatkan kepada perempuan yang ahli beladiri. Apalagi, posisi remaja dua bersaudara ini adalah atlet fighter, bukan atlet seni yang lazim dimainkan oleh perempuan. Kemampuan beladiri remaja yang bercita-cita menjadi seorang atlet ini telah mengantarkannya di berbagai event kejuaraan, seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), POPDA, dan Kejurnas. Nggak jarang ia berdiri di podium dan tampil sebagai juara. Dukungan kepada remaja penyuka nasi goreng ini pun mengalir, baik dari sekolah maupun orangtua.

“Jadi kalau dari sekolah tuh, kita mau lomba gitu guru-gurunya ikut nganterin ke tempat lomba, terus kadang-kadang juga ditungguin sama guru-gurunya. Disitu rasanya kayak diistimewakan. Kalau di Mupat (SMP Muhammadiyah 4) itu tapak suci memang menjadi ekskul yang diunggulkan, diistimewakan. Kalau dari orang tua mendukung dengan memberi motivasi, ngasih semangat. Misalkan kalau pas habis jogging gitu suka curhat ke Ayah, terus dibilangin kalau misalnya kamu sudah minat di silat ya terima resikonya, dibilangin juga buat pantang menyerah gitu,” papar Monica.

Ketika ditanya tentang suka duka menjadi atlet pencak silat, alumni SD N Kintelan, Yogyakarta ini bercerita banyak tentang pengalaman-pengalamannya selama bergelut di dunia beladiri ini.

“Kalau sukanya itu, waktu naik di podium itu rasanya kerja keras terbayar semua, senang banget rasanya. Kalau dukanya, aku tuh, sering dari dulu di kelas VII itu masuk kelas A. Jadi, berat badannya itu juga harus di kontrol banget. Kemarin pas lomba terakhir, H-7 lomba aku masih kelebihan 3 kg beratnya.  Jadi, setiap hari harus jogging gitu selama satu jam, merasa capek begitulah,” ulas remaja yang ingin melanjutkan sekolah di SMA N 7 Yogyakarta ini.

 Selain berprestasi di dunia akademik dengan menjadi atlet Tapak Suci, Monica juga berprestasi di dunia akademik, dan organisasi. Ketika masih duduk di bangku kelas VIII, Monica masuk dalam kepengurusan PR IPM dalam bidang SDM. Sementara itu, dalam dunia akademik terbukti dengan langganan pencapaiannya menduduki rangking 3 teratas serta penunjukan dirinya sebagai salah satu perwakilan sekolah dalam ajang olimpiade mata pelajaran. Nggak tanggung-tanggung, ia maju di olimpiade MIPA yaitu mata pelajaran matematika. Sukses terus ya, Sob !


Like it? Share with your friends!

89

Comments 0

Monica Tia Rissandy : Gadis Berjiwa Dir

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: