Menyuburkan Cinta Di Bulan Mulia


ramadan_karim_wallpaper_by_karstenkranvogn-d43fpa2

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.  (QS. Al-Baqarah: 183)

Tiada bulan yang indah seindah Ramadhan. Bulan agung, penuh rahmat, berkah dan ampunan. Bulan dimana kita mendapatkan kesempatan besar untuk melipatkan berbagai amal kebaikan. Ada kesempatan emas untuk merebut cinta Allah, meraih berkah-Nya, memohon ampunan-Nya, dan menyempurnakan ketaqwaan. Ada juga peluang besar untuk menyuburkan cinta pada sesama dan membangun kebersamaan.

Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kalian berpuasa, di saat dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu setan-setan, serta di bulan itu dijumpai malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan….” (HR. Ahmad, Nasa’i, dan Baihaqi).

Kita tentu sudah hafal betul bahwa saat Ramadhan ada kewajiban berpuasa. Tujuannya jelas: meraih derajat taqwa. Dengan demikian puasa bisa menjadi salah satu sarana untuk menjadi kekasih Allah  Subhanahu wata’ala. Dalam Al-Quran sudah banyak dikabarkan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa. Informasi soal ini antara lain ada di QS. Ali Imran: 76 dan Al-Hujuraat: 13.

Dengan berpuasa berarti kita sedang memupuk cinta kepada Allah Yang Pemurah. Insya Allah, kita pun akan memperoleh balasan pahala yang berlimpah. Cinta yang selalu berbalas dan dipupuk terus hasilnya akan semakin subur, langgeng, dan indah.

Allah sangat menyukai orang-orang yang bersih dari dosa. Dan puasa menjadi sarana diampuninya dosa-dosa yang ada. Rasululah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan, ”Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya dan ia menjaga diri dari segala apa yang patut dijaga, dihapuskanlah dosanya yang sebelumnya. ” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

“Shalat yang lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya menghapus kesalahan-kesalahan yang terdapat di antara masing-masing selama kesalahan besar dijauhi.” (HR. Muslim).

Allah menyayangi mereka yang memperbanyak kebaikan dan menjauhi perbuatan tercela. Saat puasa kita pun termotivasi untuk banyak beramal sholih dan meninggalkan hal-hal yang hina. Selain berpuasa, saat Ramadhan kita juga disunnahkan untuk memperbanyak berbagai amalan mulia. Ada shalat tarwih, tilawah Quran, shadaqah, mengaji, dan sebagainya.

Shalat Tarwih mengantarkan kita untuk meraih banyak keutamaan. Menurut Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, barang siapa yang mengerjakan shalat Tarwih akan diampuni dosa-dosanya yang pernah dilakukan. Syaratnya tentu harus diserta iman dan ikhlas, bukan semata mengharap pujian.

Tilawah Quran akan membuat hidup semakin nyaman. Dekat dengan Al-Quran akan membikin hidup mudah meraih kemuliaan. Dan yang pasti, Allah akan semakin cinta pada hamba-Nya yang berpegang teguh pada Al-Quran.

Betul, Ramadhan adalah bulan istimewa sekali. Salah satu keistimewaannya, saat Ramadhan di mana-mana banyak orang gemar mengaji. Berbagai pengajian diselenggarakan di masjid, mushola, kantor-kantor, bahkan di rumah pribadi. Ada kuliah Subuh, kajian siang hari, pengajian menjelang buka puasa, ceramah Tarwih, dan banyak lagi. Dengan banyak mengaji, insya Allah hidup menjadi lebih berarti dan dicintai Ilahi.

Selain ada peluang menyuburkan cinta kepada Allah,  Ramadhan juga menjadi saat yang tepat untuk memupuk cinta pada sesama. Puasa Ramadhan mendidik kita untuk berakhlak mulia.

Dengan puasa, kita merasakan persamaan selaku hamba Allah, yaitu sama-sama menahan lapar dan dahaga. Kita dapat merasakan betapa ‘repotnya’ saudara-saudara kita yang setiap harinya belum tentu bisa makan dengan cukup, atau hanyak ala kadarnya. Dengan demikian, mestinya kita tergugah untuk peduli pada sesama. Mau membantu mereka yang sempit rezeki dan kekurangan harta. Cinta pun akan tumbuh subur di antara kita.

Saat berpuasa kita harus menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari. Ada pelajaran dahsyat tentang pengendalian nafsu makan di sini. Kita tidak boleh makan sebelum datang waktu berbuka, meski makanan yang ada jelas halal dan milik kita sendiri. Saat tiba waktu buka, ah betapa nikmatnya minum dan makan setelah menahan lapar dan haus sepanjang hari.

Ada hikmah yang bisa dipetik di sini. Ya, untuk dapat merasakan kenikmatan makan butuh perjuangan keras dan terpuji. Giat bekerja untuk mencari rezeki. Bukan mencari makan  dengan jalan  menipu atau mencuri. Lebih baik lagi jika mau saling kerja sama, bantu-membantu, dan suka berbagi. Prakteknya antara lain dengan memberikan konsumsi takjil, memperbanyak sedekah, membayar zakat, bagi-bagi rezeki. Dari sini timbulah rasa saling menyayangi yang tulus dan murni.

Selain menahan diri dari makan dan minum, orang yang berpuasa juga harus pandai menjauhi hal-hal yang diharamkan. Jangan sampai puasa kita menjadi sia-sia lantaran tidak memperhatikan tuntunan. Rasulullah menyindir, “Batapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut melainkan hanya rasa lapar dan dahaga” (HR. Ahmad).

Salah satu larangan bagi orang yang berpuasa adalah berkata dusta (HR. Bukhari). Yang suka berdusta tentu puasanya sia-sia. Yang suka berdusta bakal dibenci Allah dan tidak disukai sesama. Begitu juga yang suka berkata sia-sia, kotor, dan hina. Puasanya tiada sempurna.

“Puasa bukanlah hanya menahan makan sdn minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor. Apabuila ada seserang yang mencelamu atau berbuat usil kepadamu, katakanlah padanya “Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa.” (HR Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Saat Ramadhan kita dididik untuk pintar-pintar mengendalikan lesan. Dari lesan yang terjaga akan melahirkan kecintaan, kebersamaan, dan kedamaian. Sebaliknya, dari lesan yang tidak terjaga bisa menimbulkan kebencian, permusuhan, bahkan peperangan.

Selamat menjalankan ibadah Ramadhan dengan segala rangkaiannya. Selamat menyuburkan cinta kepada Allah dan sesama. Semoga kita mampu meraih derajat taqwa. Semoga Ramdhan tahun ini betul-betul lebih bermakna. (*)

   Mas Sutrisno

sutrisnokuntum@gmail.com

WA.081328795546

Comments 0

Menyuburkan Cinta Di Bulan Mulia

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: