Khoiruddin Bashori : Bapak 3T IPM!


img_9705

Buat Sobat yang aktif di Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) pasti udah hafal dong, ya, dengan konsep Gerakan 3T? Kalau yang belum tahu, mari kita cari tahu dulu. Gerakan 3T merupakan konsep kepribadian para anggota IPM yang dicetuskan oleh salah seorang mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 1986-1989, yaitu Dr. Khoiruddin Bashori.

Berbicara tentang gagasan, kurang lengkap rasanya kalau nggak mencari tahu landasan filosofis-historis munculnya gagasan itu. Gagasan 3T ini adalah singkatan dari “Tertib Ibadah, Tertib Belajar, dan Tertib Organisasi” Munculnya konsep gagasan 3T dilatarbelakangi oleh kondisi kepribadian para pemimpin IPM terdahulu. Seperti yang diceritakan oleh Pak Irud, begitu beliau dipanggil, beliau mengatakan bahwa ada permasalahan dalam bidang akademis, dalam hal kedisiplinan ibadah dan juga ketertiban berorganisasi.

“Masalah yang sangat sulit ketika itu adalah permasalahan studi dan keorganisasian di IPM. Banyak ketika itu para pimpinan IPM yang kuliahnya sangat lama dan bisa dibilang molor, Harusnya lulus sarjana hanya ditempuh dalam empat tahun, namun, kuliah bisa saja ditempuh dalam waktu 5 – 7 tahun, bahkan. Selain itu ada masalah di struktur organisasi. Banyak dari pimpinan IPM yang merangkap jabatan, bahkan untuk periodisasinya pun sangat panjang. Tidak seperti sekarang yang hanya dibatasi waktu dua tahun dan dua kali untuk setiap personal menjabat di struktural,” Ungkap Wakil Majelis Lembaga Pengembangan Ponpes Muhammadiyah ini.

img_9704

Kenal IPM Sejak Lulus SD

Selain bercerita tentang gerakan 3T, Pak Irud juga berbagi kisah masa kecilnya tentang IPM. Pak Irud mengatakan bahwa beliau sudah mengenal IPM sejak lulus SD dan aktif di kegiatan IPM di Jagalan, Kotagedhe, Yogyakarta yang merupakan perkampungan Muhammadiyah.

“Saya mengenal IPM sejak lulus SD, ketika itu saya aktif ikut kegiatan IPM di Jagalan. Kala itu bisa dikatakan era dimana aktifnya sebuah pimpinan Ranting IPM di tingkat desa. Nah, saya adalah bagian dari proses perkaderan. Semenjak tahun 1975, kampung saya adalah kampung dimana Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) sangat aktif. Maka, nggak heran kalau pendidikan saya dimulai dari kampung ini mengenal Muhammadiyah semenjak kecil. Selain aktif di ranting kampung, kala itu pun saya aktif di organisasi intra Madrasah Muallimin Muhammadiyah yakni Sinar Kaum Muhammadiyah (SKM) sebagai ketua. Selain itu, saya juga aktif di Pimpinan Ranting SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta. Jadi dulu saya merangkap jabatan, ya, arena memang belum ada aturan baku mengenai hal itu,” Cerita beliau.

Satu lagi hal yang menarik, nih, Sob! Ternyata Pak Irud nggak melewati jenjang wilayah dahulu dalam struktur kepemimpinannya di IPM. Tetapi, dari Pimpinan Daerah IPM Kota Yogyakarta langsung melompat ke jenjang Pimpinan Pusat IPM. Cerita ini dimulai semenjak beliau lulus dari Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Kemudian ada salah seorang teman yang mengajak untuk masuk ke dalam struktural PP IPM. Ketika itu beliau menjabat sebagai bendahara umum. Kemudian, setelah di bendahara umum, barulah Pak Irud terpilih menjadi ketua umum ketika muktamar IPM di Cirebon tahun 1986.

“Hidup itu pilihan, tapi juga perjuangan. Terkadang kita juga harus memperjuangkan apa yang kita pilih. Organisasi adalah wadah yang baik untuk menggembangkan diri, menempa diri dalam rangka membentuk karakter,” Pesan Pak Irud untuk Sobat Kuntum. Sudah siap berorganisasi? (Fiya)

 


Like it? Share with your friends!

85

Comments 0

Khoiruddin Bashori : Bapak 3T IPM!

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: