Indahnya Berkerudung


fiksi 1

Hari ini adalah hari yang sudah aku tunggu-tunggu, hari dimana masa putih abu-abuku usai. Selama 3 tahun menuntut ilmu, banyak hal yang kudapat. Ibuku berkata, “nak, selamat kamu telah lulus SMA dengan nilai yang membanggakan,” sambil memelukku. “Makasih bu, apa yang selama ini aku lakukan tidak sia-sia.”

Waktu terus berjalan, malam pun tiba. Aku membantu ibu yang sedang mempersiapkan makan malam. Namun, disela makan, ibu bertanya, “kamu sekarang sudah dewasa, sudah akan menjadi mahasiswa, apa tidak ada keinginan untuk memakai jilbab?” Aku menelan ludah, “tapi bu, memakai jilbab itu gerah.”

”Itu salah nak, justru memakai jilbab bisa membuat sejuk.” Akupun terdiam, kalau aku menolak, pasti ibu akan kecewa, ujarku dalam hati. “Baiklah, Bu,” jawabku.

Setelah sekian lama aku mencari-cari dan mendaftar perguruan tinggi, akhirnya aku diterima disalah satu universitas sesuai dengan keinginanku. “Bukankah waktu itu kamu bilang akan memakai kerudung?” tanya Ibu ketika aku akan pergi ke kampus. Aku menunduk sejenak dan langsung berkata “a.. aa… aku sebernarnya berbohong, bu. Waktu itu aku bilang iya karena takut mengecewakan ibu. Aku minta maaf, bu.” ibu hanya diam menatapku “sudahlah tak apa nak, tapi tidak seharusnya kamu berbohong seperti itu.”

“mm.. maafkan aku bu” aku langsung mengambil tas dan bersiap untuk pergi.

“aku pergi dulu bu assalamualaikum.” pamitku kepada ibu.

“waalaikumsalam, hati-hati dijalan nis.”

Beberapa menit kemudian aku sampai di kampusku yang baru. Ternyata sudah banyak mahasiswa baru yang berkumpul. Bagaimana dengan senior-seniornya, ya? Apa mereka galak, judes atau malah sebaliknya? Batinku sambil menyusuri keramaian. Salah satu senior memberi pengarahan tentang kegiatan OSPEK hari ini.

Kegiatan ospek hari ini adalah sosialisasi buat mahasiswa baru. Kita berkumpul di aula. Ternyata tema sosialisasi itu tentang “memakai kerudung”. Disitu aku baru tau betapa indah dan nikmatnya memakai kerudung. Selain menutup aurat, ternyata memakai kerudung juga dapat mendekatkan diri kepada Allah. Begitu lama aku melamun, tanpa disadari acara itu sudah selesai dan kegiatan pun ditutup. Kami semua diijinkan untuk pulang.

Akhirnya aku sampai di rumah. Setelah bersih-bersih badan, aku berbaring di tempat tidur. Entah mengapa aku masih teringat dengan sosialisasi tadi. Sekarang aku sudah mengerti bagaimana indahnya memakai kerudung. Lantas kapan aku akan memakainya? Aku bertanya pada diri sendiri sambil menatap jam dinding yang terus berputar. Semakin malam terdengar suara jangkrik yang menghiasi sunyinya malam ini. Aku pun tertidur lelap.

Suara ayam berkokok dan matahari mulai tinggi. Hari baru telah tiba, hari terakhir OSPEK diadakan. Namun, entah kenapa semenjak hari itu aku ingin memakai kerudung. Aku langsung keluar kamar dan memanggil ibu.

“Ibu! Aku ingin memakai kerudung,” ibu kaget, namun senang.

“Apa kamu yakin dengan ucapanmu barusan?” kata ibu sambil mencubit pipiku.

“Iyaa, bu. Aku yakin,” tanpa ragu-ragu aku menjawabnya.

Ibu mengambil kerudung untukku. Aku pun kembali ke kamar dan langsung berdiri di depan kaca sambil memakai kerudung yang diberi ibu. Setelah merasa semuanya rapi, akupun keluar umtuk meminta pendapat.

fiksi 2 (2)

“Ibuuu….! Bagaimana dengan penampilanku hari ini? Apa aku kelihatan aneh dengan kerudung ini?” kataku pada ibu.

“Kamu cantik sekali, nak,” ucap ibu memujiku.

“Terima kasih, bu,” seketika aku memeluk ibu dan berpamitan untuk pergi. Aku lebih merasa nyaman dengan memakai kerudung ini. Dan semenjak hari ini selalu memakai kerudung kemanapun aku akan pergi. Ternyata ini indahnya memakai kerudung.

Aisyah F.A

SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta

 

Buat Sobat yang hobi bikin cerpen. Bisa mengirimkan karyanya lewat email di majalah_kuntum@yahoo.com dengan subjek “FIKSI”. Dengan syarat, harus menyertakan identitas lengkap (nama, alamat, sekolah dll). Bagi karya yang masuk, akan mendapatkan hadiah yang menarik. Ditunggu karyanya, Sob!

Comments 0

Indahnya Berkerudung

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: