Festival Film Pelajar Jogja #5


10868119_565861123514242_4664497627118850743_n

Siapa diantara Sobat Kuntum yang menyukai atau sudah pernah memproduksi sebuah film? Wah pasti udah gak asing lagi dong sama event yang satu ini. Nah, pada sabtu dan minggu (13-14/12) lalu, Festival Film Pelajar Jogjakarta #5 sukses terselenggara di Kompleks Pondok Pemuda Ambarbinangun Yogyakarta. Ajang adu skill dalam memproduksi sebuah film pendek ini memperebutkan beberapa penghargaan dengan nominasi karya terbaik film anti korupsi, karya terbaik 1 kategori fiksi, karya terbaik 1 kategori documenter dan karya tebaik 1 kategori musik. Tentunya dengan dukungan dari beberapa juri utama yang ahli dibidangnya, yaitu, perwakilan dari Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award Indonesia, perwakilan dari Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Yogyakarta, perwakilan dari Institut Kesenian Jakarta, perwakilan dari Padepokan Film Grabag Magelang, Jawa Tengah, perwakilan dari Simponi Indonesia dan juri seleksi dari tim panitia Festival Film Pelajar Jogja 2014.

Diadakannya Festival Film Pelajar Jogja untuk kelima kalinya ini, panitia ingin mengajak peserta untuk belajar bersama memahami dan menggunakan film sebagai sarana ekspresi seni, komunikasi, pendidikan dan budaya, berbagi pengetahuan, pengalaman dan keterampilan pembuatan film, bersilaturahmi antarkomunitas pelajar yang memiliki minat belajar seni film serta menumbuhkembangkan kepedulian berbagai pihak dalam mendukung kegiatan komunitas film pelajar.

“Ini untuk pertama kalinya saya mengikuti acara yang diikuti banyak peserta dari seluruh Indonesia seperti ini, dan yang pastinya saya sangat bangga.” Ungkap Putri, salah satu peserta dari Madrasah Aliyah Negeri Bangil, Pasuruan, Jawa Timur.

Event yang dilaksanakan selama dua hari ini dibuka dengan penampilan grup band Simponi. Simponi merupakan nama lain dari Sindikat Musik Penghuni Bumi yang berbasis di Jakarta dan diinisiasi oleh aktivis sosial dan hak asasi manusia, seniman dan aktivis lainnya yang memiliki perhatian terhadap isu-isu penting global dan menyuarakannya melalui musik. Selama dua hari ini juga, selain pemutaran film-film yang diikutsertakan lomba, peserta mendapat materi seputar dunia film dalam kelas-kelas yang akan diikutinya. Misalnya, di hari pertama ada kelas anti korupsi, sebuah kelas yang akan difasilitasi oleh Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA). Forum ini merupakan ruang belajar bersama tentang peran dan aksi pelajar dalam memerangi korupsi.

Kemudian, Kelas Riset Film, sebuah kelas untuk belajar bersama tentang pentingnya riset dalam sebuah proses pembuatan film. Sutradara film yang juga seorang penulis, Tonny Trimarsanto akan mengampu kelas ini. Tak hanya itu, guru pendamping pun juga turut mengikuti kelas diskusi antarpendidik berupa diskusi yang ditemani oleh Kurniawan Adi Saputro, S.IP., MA., Ph.D. dosen Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Yogyakarta..

Setelah mendapat beberapa materi dan melihat beberapa karya dari teman-teman peserta. Panitia juga memberi ruang pada seluruh peserta untuk beraksi dan berekpresi di agenda Api Ekspresi dan Temu Komunitas. “Oleh-oleh dari Jerman” juga akan menghangatkan kegiatan ini, yaitu dialog santai dengan perwakilan FFPJ yang menghadiri GreenStorming Film Festival 2014 di kota Freiburg, beberapa waktu lalu.

10407953_565877470179274_5760806058841861751_n

Beranjak di hari kedua, selesai mendapatkan materi dalam kelas lensa perempuan, sebuah kelas untuk belajar bersama tentang perspektif gender dalam dunia perfilman. Para peserta akan belajar menganalisis peran perempuan sebagai subjek, bukan lagi sebagai objek dalam film. Festival Film Pelajar Jogja ke-5 tahun 2014 ini akan ditutup dengan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada pemenang yang merupakan acara puncak. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran karya pemenang. Dalam pengumuman tersebut, terpilihlah juara-juara tahun ini, untuk pemenang kategori video music diraih oleh Madrasah Aliyah Negeri Binjai, Sumatera Utara, Sutradara Fadhil Muzzakir dengan judul “Diary (Let Her Go). Kemudian pemenang Karya terbaik penerima Penghargaan Kategori ANTI KORUPSI diraih oleh pelajar SMK N 9 Surakarta, Jawa Tengah dengan Sutradara RM Bangkit Bara Kristiawan Nogroho dan judul “Stagnan Idealisakit (Duorac). Lalu ada pemenang karya Kategori Film diraih oleh SMK N 1 Klaten, Jawa Tengah, Sutradara Imam Syafi’I dengan judul “She is Boy”. Dan ini dia pemenang karya Kategori Film Fiksi dengan judul “Titik Koma” dari SMK N 1 Pajangan, Bantul, DIY, Sutradara Sukoco.

Sesi puncak ini dimeriahkan oleh La Galigo Music Project, sebuah grup musik etnik yang menjadikan musik sebagai media alternatif untuk melakukan konservasi pusaka nusantara. Selamat kepada para pemenang! (Indah Alfiani)

Comments 0

Festival Film Pelajar Jogja #5

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: