Cynthia  Medina : Si Bomber Syar’i


20150810_6461

Sobat pernah nggak  memperhatikan dinding atau tembok sepanjang jalanan kota-kota besar kita? Beberapa pasti penuh dengan gambar-gambar menarik yang menyita pandangan kita. Bikin kita mau nggak mau seperti tersihir untuk melihat atau sekadar melirik. Nah, Kuntum kenalin, nih, salah satu seniman Street Graffiti yang dijamin buat kamu terkagum-kagum. Namanya Cynthia Medina Lubis. Gadis yang masih duduk di bangku kuliah Jurusan Arsitektur Universitas Mercubuana Jakarta ini mengaku bangga dan senang bisa terjun di dunia graffiti.

“Nggak pernah kepikiran untuk hal ini sebelumnya, yang jelas bisa mendapatkan apresiasi dan di-support oleh temen-temen itu udah bersyukur banget. Jadi bisa menambah semangat untuk terus mengeksplor dan bisa terus membuat karya.” Ungkap Cynthia. Kalau bahasa kecenya, sih, Cynthia ini adalah seorang bomber. Kalau nggak percaya, coba aja cek di media sosialnya, banyak  gambar-gambar dan graffiti yang jempolan banget, lho. Padahal, Cynthia baru terjun di dunia graffiti pada akhir tahun 2013.

“Karena suatu keinginan diri sendiri yang tertarik dengan dunia graffiti, mulai dari mengenal, ingin tahu, penasaran dan akhirnya mencoba. Graffiti bisa dinikmati oleh siapapun dijalan, dan dulu di Indonesia itu masih jarang perempuan yang mempunyai hobi seperti ini aku juga ingin menunjukan bahwa ini bukan hobi untuk laki-laki aja tetapi perempuan juga bisa mempunyai hobi ini”. Jelasnya.

Menurut Cynthia, menjadi bomber mempunyai tantangan tersendiri. ”Tantangannya sendiri adalah harus lebih berhati hati aja, nanti kerudung yang panjang ini tersangkut paku, kena cat semprot dan bisa aja dapat tanggapan negatif dari orang-orang.”

cinta-muhammad_9211

Graffiti Bukan Hal Negatif

Banyak dari kita yang salah dalam menyalurkan ekspresi dengan melakukan aksi corat-coret di dinding jalan. Tulisannya pun nggak mengandung unsur keindahan atau pesan tersirat, melainkan hanya ajang corat-coret dan bersifat merusak fasilitas umum aja. Biasanya, sih, tulisan nama sekolah atau tulisan-tulisan abstrak lain yang mereka tulis. Nah, perlu diketahui, yang kayak gini termasuk dalam kategori vandalisme. Jadi berbeda dengan graffiti. Cynthia pun turut berkomentar mengenai vandalisme dan pandangan negatif masyarakat mengenainya.

”Aku sebagai bomber berusaha lebih tertib dan tidak melakukan vandalisme walaupun memang ini adalah kulturnya para bomber. Gambar yang kita buat tidak asal corat- coret dan ada pesan moralnya. Aku juga ingin mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap ini hal negatif, karena memurutku, suatu karya seni yang diekspresikan oleh seniman jalanan lewat media mempunyai makna tertentu. Semoga banyak muslimah yang terus ingin menunjukkan karyanya, Indonesia butuh yang seperti ini. Untuk para graffiti writer di luar sana, dikurangi vandalnya agar mendapat respon positif dari masyarakat.” Harap Cynthia.

Nah, setuju banget sama Cynthia. Apalagi kalau bisa jadi muslimah berhijab  yang mampu menorehkan karya-karya terbaik yang dapat dibanggakan melalui seni graffiti. Teruslah berkarya dan semoga istiqomah. Amin. (Dinda)


Like it? Share with your friends!

86

Comments 0

Cynthia  Medina : Si Bomber Syar’i

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: