Berburu Cinta dan Keindahan di Patengang


Sobat mungkin tidak asing dengan Kawah Putih eksotis yang ada di daerah Ciwidey, Bandung. Nah, di daerah Ciwidey ini juga ada tempat keren lainnya yaitu Situ Patengan atau Situ Patenggang. Situ Patengang, berasal dari Bahasa Sunda, situ artinya danau dan patengan atau Pateangan-teangan artinya saling mencari. Masyarakat juga menyebut situ ini dengan Situ Panganten (Danau Pengantin).

 

Ada mitos di balik Situ Patengang ini, Sob. Jadi dikisahkan dulu ada dua sejoli yaitu Ki Santang dan Dewi Rengganis yang saling mencintai. Tapi mereka berpisah sekian lamanya, dan saling mencari. Akhirnya mereka bertemu di tempat yang dinamakan Batu Cinta. Dewi Rengganis pun minta dibuatkan danau dan sebuah perahu untuk berlayar bersama. Perahu inilah yang sampai sekarang menjadi sebuah pulau yang berbentuk hati.

Nah sekarang pulau itu disebut pulau Asmara atau pulau Sasaka. Bahkan dikatakan bahwa air danau itu berasal dari air mata dua sejoli ini. Ah, tapi itu hanya mitos, Sob. Kisah ini bisa Sobat baca pada sebuah lukisan bergambar panorama Situ Patengan yang berada di lokasi Batu Cinta.

Dalam perjalanan ke Situ Patengang, selama 2 jam dari kota Bandung, Sobat akan disugihi dengan nuansa hijau alami dari jajaran pohon pinus dan hamparan kebun teh. Keren deh. Situ Patengang berada di ketinggian sekitar 1600 meter dari permukaan laut dan berada di kaki Gunung Patuha. Danau ini tepatnya terletak di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Ciwidey.

Untuk mengunjungi tempat ini, Sobat bisa keluar dari pintu tol Kopo atau Buah Batu lalu menuju ke arah selatan Bandung. Bila Sobat menggunakan angkutan umum, maka dari Terminal Bus Leuwipanjang, Sobat bisa naik angkutan kota atau naik bus Sukaraja jurusan Bandung-Ciwidey, sampai terminal Ciwidey. Lalu, dari terminal Ciwidey, Sobat harus naik bus lagi ke kawasan Situ Patengang.

Tiket masuk danau cukup murah, Sob, hanya Rp 4.000. Di Situ Patengan, Sobat juga bisa mengintari danau dan mendatangi pulau Asmara dengan naik perahu dayung. Harga sewa perahu Rp 15.000/orang, berlaku untuk rombongan. Tapi kalau hanya  beberapa orang, maka Sobat akan dikenakan biaya Rp 130.000/perahu. Selain itu, Sobat juga bisa menyewa sepeda air dengan harga Rp 40.000/ 2 orang. Kalau dirasa mahal, Sobat masih bisa menawar harga sewanya kok.

Situ Patengang memang menarik untuk dikunjungi Sob. Selain karena mitos di balik adanya tempat ini, juga adanya Batu Cinta di pulau Asmara yang ada di tengah danau yang menjadi icon dari Situ Patenggan ini. Keindahan alamnya pun bisa menyihir wistawan yang datang ke tempat ini. Hamparan hijau kebun teh Rancabali dan Kawasan Hutan Pinus Patengan yang asri dan sejuk buat betah lama-lama di tempat ini. Jangan lupa untuk membawa baju hangat ya, Sob. Karena udara di sana cukup dingin. Bawa camilan dan minuman ringan. Selamat jalan-jalan.

Ainizahra

 

Lokasi    : Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Ciwidey

Biaya     : tiket masuk : Rp 4.000. sewa perahu Rp 15.000/orang atau Rp 130.000/perahu. Sewa sepeda air Rp 40.000/ 2 orang.

Fasilitas : pemandangan hutan pinus, kebun teh Rancabali, perahu, tempat pemetikan stroberi, mushala, tempat pemancingan.

Yang harus dibawa : baju hangat, minuman, camilan, makanan, payung (siaga panas atau hujan), uang saku, kamera.

 


Like it? Share with your friends!

90

Berburu Cinta dan Keindahan di Patengang

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: