Muhammad Adhytia Navis : Idol Cilik Bersuara Emas


“Kejarlah..,kejarlah..,carilah bakatmu hingga kamu sukses karena bakatmu!” (Navis)

Kenyataan bahwa minat yang kita miliki ternyata sesuai dengan bakat yang ada dalam diri adalah rahmat yang harus disyukuri. Bener nggak, Sob? Sebab, nggak semua orang mampu menemukannya dengan mudah. Apalagi kalau eksplorasi minat dan bakat berhasil ditemukan ketika berada di usia muda. Nggak hanya prestasi yang didapat, tetapi juga kebahagiaan dan pengembangan diri yang akan terus diasah. Salah satunya adalah remaja laki-laki yang baru berusia 13 tahun ini. Doi adalah runner up Indonesian Idol Junior yang tayang di salah satu tv swasta negeri ini.

Navis, begitu dia biasa disapa, ialah putra kedua dari Bapak Hamdi dan Ibu Chanis Sukma. Mengenai bakat seni yang mengalir dalam dirinya berasal dari sang Ibu yang  memiliki vokal luar brasa merdu. Selain itu, sang Kakek juga merupakan musisi yang pandai memainkan beragam alat musik.

“Sejak kecil emang aku udah pingin jadi penyanyi. Terus sejak kelas 2 SD aku diles-in nyanyi sama Mama ke salah satu sanggar, dan berpindah-pindah sanggar juga, sih. Pernah di ADSOR (Ahmad Dhani School of Rock), terus sekarang privat. Kalau darah seni itu dari kakek, jadi kakek bisa main semua alat musik. Terus menurun ke Mama, menurun ke aku,” cerita siswa yang kini duduk di kelas VIII, SMP Muhammadiyah 4 Yogyakarta.

Selain berdarah seni, remaja kelahiran Barito Utara ini memang bertekad menjadi seorang musisi.. Hal itulah yang kemudian mengantarkannya mendapatkan dukungan penuh dalam keluarganya. Tak hanya keluarga, sekolah pun mau berkompromi dengan talenta yang dimiliki oleh penggemar Armand Maulana ini. Dengan memberikan keleluasaan kepadanya untuk tetap berkarya meskipun aktivitas sekolah juga padat. Salutnya, kondisi ini mampu disikapi dengan baik oleh Navis, yang selalu berusaha untuk dapat menyeimbangkan antara dunia akademik dan karirnya.

“Kalau cara membagi waktunya itu biar sama-sama berjalan, caranya tuh, misalkan kayak aku di karantina empat bulan kan pelajarannya sama home schooling beda, ngerjarnya tuh dengan les privat, terus sama berdo’a sih biar terkejar,” ujar remaja yang lahir pada 16 Maret 2004.

Kerja Keras Sejak Kecil

Melihat seseorang yang sukses berprestasi, seringkali kita silau dan mengelu-alukannya. Padahal, dibalik itu semua, ada banyak pengorbanan, usaha, dan juga perjuangan yang tak kenal lelah. Demikian halnya dengan Navis yang semenjak kelas 2 SD sudah aktif mengikuti berbagai macam lomba untuk mengasah kemampuannya. Di kancah  nasional, ia tercatat telah mengikuti sebanyak tujuh kali kompetisi  dengan bekal ratusan lebih prestasi regional yang telah ia torehkan.

“Aku udah tujuh kali ke nasional, ikut La Academia, Festival Lagu Anak Nasional, (FLS2N), Jagoan Clevo, Indonesian Idol junior, dan sebagainya. Pas Indonesian Idol junior, aku selama empat bulan nggak sekolah. Disana di karantina, ada home schoolingnya, seminggu sekali. Kalau pialaku yang ada di rumah itu ada seratus sepuluh atau seratus berapa gitu,” ungkap anak kedua dari dua bersaudara tersebut.

Nah, mungkin Sobat Kuntum penasaran kan, tentang gimana prosesnya hingga remaja yang bercita-cita menjadi penyanyi ini mengikuti audisi dan lolos hingga nasional?

“Pertama kalinya aku cuma iseng-iseng ikut audisi, kan? Mama nawarin, “dek, ini ada audisi”. Jadi, ada audisi terus Mama bilang, “mau ikut nggak?”, aku bilang, “yaudah coba aja.”. Yaudah terus didaftarin lewat online, ternyata terpilih. Habis terpilih disuruh ikut audisi di Megaswara. Dan setelah beberapa minggu kemudian dihubungi bahwa besok tanggal sekian kamu ke Jakarta  untuk audisi dubbing,” repet bocah yang memiliki nama lain “Dede”.

Nggak selesai sampai disitu, Navis juga curhat kalau dirinya pernah sempat nggak percaya jika benar-benar lolos audisi dan berangkat ke Jakarta.

“Nggak percaya tuh, hah beneran lolos ? Terus beneran lolos ternyata. Habis lolos aku berangkat ke Jakarta. Disana aku ketemu teman-teman banyak banget dari seluruh Indonesia dan ada yang udah kenal juga,” lanjutnya.

Navis nggak cuma  memiliki suara yang membius tetapi juga memiliki talenta dalam bermain musik. Sampai saat ini, ia bisa memainkan tiga jenis alat musik yakni gitar, bass, dan ukulele. Dirinya akan terus meningkatkan kemampuannya dalam bermain musik sebagaimana kakeknya dulu. Berkat prestasi yang telah diraih dengan kerja keras dan semangat berlatih yang tinggi, kini remaja yang ingin melanjutkan sekolah di Jakarta ini  telah memiliki banyak penggemar. Bahkan, rencananya ia akan mengadakan jumpa fans. Gimana nih, Sob? Dateng, yuk! (Penulis: Fiya/ Foto: Dok. Navis)


Like it? Share with your friends!

98

Muhammad Adhytia Navis : Idol Cilik Bersuara Emas

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: