Klitih Meneror Kota Pelajar Yogyakarta


 

 pukul-tiga-siswa-lima-anggota-brimob-ditahan-zlfktr5lcs

(illustrasi:dakwatmerah)

Yogyakarta sebagai kota pelajar kini mulai tercoreng karena tindakan kekerasan yang dilakukan oleh gerombolan klitih. Aksi gerombolan klitih terakhir melakukan tindakan tercela ini pada hari ahad sore (11/12) dan yang menjadi korban adalah siswa SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta berjumlah tujuh orang. Satu diantara korban kekerasan gerombolan klitih ini sampai ada yang meninggal dunia atas nama Adnan Wirawan Ardiyanto.

Akibat peristiwa keji tersebut sontak masyarakat Yogyakarta merasa ketakutan untuk keluar kemana-mana. Karena takut jadi korban dari keganansan kawanan klitih. Ketakutan itu lebih-lebih dialami bagi orang tua yang mempunyai anak yang sedang menempuh pendidikan baik ditingkat SMP maupun SMA. Sebab sebagian besar korban kekerasan dari gerombolan klitih adalah remaja.

Aksi kawanan klitih ini sesungguhnya sudah sering terjadi di Yogyakarta hanya saja kadang kurang mendapat perhatian serius pemangku kepentingan. Kejadian semacam ini akan mendapatkan perhatian serius dari stakeholder bila sudah timbul korban jiwa. Walaupun sikap seperti ini menunjukan keterlambatan. Padahal aksi nglitih sebenarnya sejak awal bisa dibaca sebagai aksi gerakan yang menimbulkan bahaya besar.

Tingginya tindakan nglitih di kota pelajar ini bisa diakses melalui pemberitaan media online atau group media sosial seperti Info Cegatan Jogja (ICJ) yang followernya mencapai ratusan ribu. Fenomena klitih ini mau tidak mau kini telah menteror masyarakat yogyakarta. Rasa keamanan dan keselamatan masyarakat kini terancam mereka segan keluar rumah. Karena takut jadi korban dari kegananasan klitih.

Apa dan Siapa Klitih?

Dengan maraknya penyebutkan kata klitih akhirnya orang bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan arti kata klitih. Istilah klitih itu berasal dari bahasa jawa yang mempunyai arti kurang lebih yaitu aktivitas jalan-jalan (putar-putar) dilakukan pada malam hari baik sendiri maupun kelompok yang kadang tidak memiliki arah tujuan yang jelas. Mereka akan berhenti bila sudah capek.

Dalam perkembangan istilah klitih mengalami pergeseran arti. Sekarang makna klitih lebih berkonotasi negatif. Karena klitih yang terjadi saat ini adalah aktivitas yang dilakukan oleh segerombolan remaja berjalan mengelilingi kota/kabupaten menggunakan sepeda motor (Motor KLX- baca) sambil melakukan vandalisme dan kekerasan terhadap orang lain. Kekerasan itu kadang dilakukan menggunakan senjata tajam sehingga korban bisa luka-luka bahkan nyawa bisa melayang.

Kawanan remaja yang nglitih rata-rata telah mempunyai sebuah kelompok atau istilah populernya memiliki genk sekolah/pelajar. Keberadaan genk ini biasanya saling bermusuhan antara genk satu dengan yang lain. Sehingga sering terjadi konflik antar genk. Salah satu bentuk permusuhan yang dilakukan adalah tindakan klitih sebagai modus untuk melakukan kekerasan terhadap musuh lawan genk kelompoknya.

Penanganan Klitih

Menangani klitih memang tidak mudah karena berkaitan banyak pihak mulai dari remaja yang terlibat klitih, orang tua, sekolah, genk, kepolisian dan pemerintah. Oleh sebab itu untuk menangani klitih tidak boleh parsial harus secara komprehensif mulai dari hulu sampai hilir. Sebagai dasar penanganan klitih maka sebaiknya dimulai dengan pendalaman mencari pemicu apa saja yang menyebabkan lahirnya klitih.

Disinilah peran seorang orang tua dan guru sekolah memiliki peran strategis untuk mengorek kepada siswa tentang faktor apa saja yang memicu lahirnya klitih dan kenapa tertarik pada hal itu. Agar hasilnya bisa maksimal maka pendekatan yang dilakukan dengan model interpersonal heart to heart ( dari hati-hati bicara empat mata).

Dari situ maka baik orang tua maupun sekolah bisa melakukan tindakan mulai pencegahan hingga penanganan. Tindakan preventif baik dari orang tua, guru itu jauh lebih efektif dilakukan kepada siswa supaya tidak terjerat klitih. Karena bila siswa sudah terlibat dalam klitih dan siswa tersebut supaya bisa keluar maka agak sedikit sulit. Sebab rasa solidaritas diinternal kawanan klitih sangat kuat kadang bisa melebihi dari saudara.

Kemudian bila kita sudah mengetahui akar persoalan tentang klitih maka penanganannya pun bisa dilakukan dengan berbagai model misalnya model penyuluhan, konseling, pendampingan, penguatan pendidikan karakter baik di keluarga dan sekolah, peningkatan kwantitas-kwalitas patroli kepolisian terhadap gerombolan klitih dll . Lalu ada satu tindakan yang tidak boleh ditinggalkan yakni sanksi yang tegas terhadap orang yang melakukan klitih mulai dari kepolisian, sekolah dan pemerintah.

Sanksi yang tegas terhadap kawanan klitih ini akan menjadikan efek jera baik bagi pelaku klitih secara langsung dan tidak langsung kepada masyarakat. Apabila efek jera bisa dirasakan dampaknya maka akan menjadikan orang untuk menjauhi tindakan klitih dan ini secara otomatis akan meredam perbuatan klitih. Wallahualam bishowab.

Oleh: Dani Kurniawan

( Penggiat Perdamaian DIY & Mahasiswa S2 Ilmu Komunikasi UNS )

 


Like it? Share with your friends!

88

Klitih Meneror Kota Pelajar Yogyakarta

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: