Dahnil Anzar : Berani Lawan Korupsi!


dsc_7410

“Korupsi merupakan permasalahan yang harus segera dituntaskan, demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, adil, dan makmur.” ~ Dahnil Anzar Simanjuntak

Korupsi emang jadi isu yang selalu panas untuk dibicarakan karena terkait dengan hidup orang banyak. Nah, salah satu tokoh yang sangat gencar menggelorakan gerakan anti korupsi adalah Dahnil Anzar Simanjuntak. Laki-laki yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) ini beberapa waktu lalu menggelar Konvensi Anti Korupsi dengan tema “Berjama’ah Lawan Korupsi”. Konvensi tersebut merupakan bagian dari gerakan Madrasah Anti Korupsi (MAK).

“Madrasah Anti Korupsi adalah derivikasi dari Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi (BLK) yang saya inisasi sebagai bentuk tafsir baru teologi Al-Ma’un. Selama ini gerakan sosial Muhammadiyah, berangkat dari pemaknaan teologi Al-Ma’un dimana usaha membantu mustad’afin. Dilakukan oleh Muhammadiyah yang diinisiasi oleh Kyai Dahlan dengan membangun sekolah, madrasah, balai pengobatan, klinik, rumah sakit, panti asuhan, jompo, serta menyantuni mereka yang kelaparan.” Jelas laki-laki yang lahir di Aceh Timur, 10 April 1982 itu.

Bangun Budaya Anti-Korupsi

  Dari itu semua, gerakan anti-korupsi yang digagas oleh suami dari Heni Novitasari ini bukan semata-mata gerakan yang hanya mengikuti arus informasi yang sedang berkembang saja. Lebih dari itu, Madrasah Anti Korupsi bertujuan untuk menjadikan anti-korupsi sebagai nilai dan idealisme hidup dengan spirit utamanya yaitu membangun budaya anti-korupsi.

“Tujuan MAK tentu membangun budaya antikorupsi di Indonesia, dengan imam dan mu’adzinnya dari Muhammadiyah, nah maka harus dimulai dari organisasi kita dulu. Harapannya tentu adalah Indonesia yang bebas korupsi. Indonesia yang dibangun dengan nilai-nilai kejujuran. Singkatnya, Indonesia yang menjunjung tinggi akhlak mulia”. Papar laki-laki yang juga Dosen di Fakultas Ekonomi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, ini.

Terakhir, ada pesan nih dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah yang juga President Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network (RfP-APYIN) ini.

“Tantangan masa depan pasti semakin berat. Maka, penting untuk terus meningkatkan kompetensi kita agar mampu bersaing dengan anak muda lain, dalam maupun luar negeri. Namun, kompetensi (kecerdasan, skill, pengetahuan) itu tidak cukup dan tidak berarti apa-apa untuk merawat peradaban islam yang maju, bila kita tidak berusaha terus meninggikan akhlak kita.” Tutup Dahnil. (Fiya)


Like it? Share with your friends!

86

Dahnil Anzar : Berani Lawan Korupsi!

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: