Hamzah Izzulhaq “Juragan Bimbel di Usia Muda”


5

Meski saat itu ia belum lulus SMA, sosok pengusaha muda ini sudah punya bisnis bimbel sendiri.

Sosok pemuda satu ini telah membuktikan kalau dengan keberanian, ketekunan, serta optimisme kita dapat meraih kesuksesan, meski masih berusia muda. Pemuda kelahiran 26 April 1993 ini berhasil membuka 44 cabang bimbel dan sebuah bisnis sofa bed di Tangerang. Sensasi omset ratusan juta rupiah pun dia rasakan sejak usia belasan tahun. Namanya yang udah populer di jagad pengusaha muda Indonesia membuat semua orang mengenal Hamzah Izzulhaq.

Ayahnya yang berprofesi sebagai dosen selalu mendukung langkah Hamzah karena yakin ia bukan tipe pemalas. Terbukti sejak awal Sekolah Dasar, Hamzah mulai mencari-cari tambahan uang jajan. Dia mulai mencari uang saku sendiri dari berjualan koran, mengamen, hingga ojek payung, bahkan pernah menjadi seorang tukang parkir. Saat beranjak remaja, bisnisnya merambah ke bisnis online. Di sela-sela kegiatan santai seperti kegiatan bermain game online. Game itu dibisniskannya. Hamzah yang kecanduan game online pun sering bolos sekolah agar akunnya mendapat level tertinggi untuk bisa dijual kepada gamer lain. Akun yang dijualnya bisa mencapai 900 ribu sampai 1,2 juta rupiah.

“Dulu, saya sangat gigih agar mendapatkan modal untuk membuat usaha. Saat duduk di bangku Sekolah Dasar, saya menggunakan uang jajan untuk berdagang. Namun, saya menyadari ketika sudah SMA. Ternyata mendapatkan modal bukanlah hal yang mudah”. Jelasnya.

6

Bisnis Bimbel Jadi Titik Baliknya

Dimulai di tahun 2004, sebuah seminar bisnis membuka lebar mata Hamzah. Seorang rekan menawarkan franchise bimbel. Saat itu ia sudah memiliki 44 cabang bimbel dan baru berumur 23 tahun. Hamzah ingin membeli sebuah cabang yang kebetulan ingin di-“take over” dengan harga jual sebesar Rp175 juta. Saat itu, modal dari bisnis jualan snack di SMA hanya 5 juta. Hamzah kemudian mencoba melobi ayahnya untuk meminjamkan uang 70 juta yang seharusnya akan dibelikan mobil. Ayah dan ibunya terlihat cukup ragu kala Hamzah mengutarakan niatnya, namun ia tetap meyakinkan ayah dan ibunya bahwa bimbel merupakan jalan kesuksesannya. Serta bernegosiasi dengan pemilik cabang bimbel tersebut untuk membayar sisa 100 juta di belakang dengan sistem cicil.

“Awalnya, founder bimbelnya adalah kakak kelas. Saya melihat prospek itu dari segi lokasi. Bisnisnya bagus dan saya termotivasi ingin sukses. Akhirnya, saya mencari dana pinjaman kemana-mana dan bernegosiasi dengan kakak kelas agar dapat dicicil. Kalau nggak begitu, mungkin belum tentu seperti ini.” Ungkap Hamzah.

Dia mempelajari marketing, keuangan, hingga prospek. Hamzah benar- benar ingin menekuni bimbelini. Dia mengambil alih satu sistem dan semua pengajar. Hamzah harus membayar mahal serta belajar keras mengikuti alur. Dengan kemampuan analisanya, ia yakin mampu melawan rasa takut kerugian. Seiring dengan lulusnya Hamzah dari SMA, ia sudah memegang 3 lisensi franchise, jumlah siswa diatas 200 orang, omzet 360 juta per semester, serta untung bersih 180 juta per semester. Nggak berhenti sampai situ, pemenang Ciputra Young Entrepreneur ini juga melebarkan sayapnya di bisnis sofa bed. Perkembangannya yang cukup pesat membuat Hamzah bisa mengantongi omzet 160 juta per bulan.

Salah satu prinsip yang ia yakini adalah jangan memulai usaha dari nol. Dia berkata “Kalau istilah tangga, ada tangga 1 sampai 5. Maka kita bisa memulai dari tangga 4 atau lima. Misalnya, kita bisa meneruskan usaha yang dirintis orang lain,” jelasnya. Sejak bulan Agustus 2011 lalu, bisnis Hamzah telah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Lulusan SMA tahun 2011 ini duduk sebagai direktur utama di perusahaan miliknya.

Menurut Hamzah, dari pengalamannya berbisnis di usia muda memiliki sejumlah tantangan plus kendala seperti misalnya diremehkan, tidak dipercaya dan lain sebagainya. Hal itu ia anggap wajar. “Maklum saja. Sebab, di Indonesia entrepreneur muda dibawah 20 tahun masih amat langka. Kalau di Amerika, usia seperti saya ini mungkin hal yang sangat biasa. Semoga saya bisa lebih bersabar dan istiqomah dalam berwirausaha. Kita tidak boleh lupa Power of Giving. Perbaiki hubungan dengan Tuhan dan orang tua. Orang tua akan mendoakan kita yang terbaik hingga mencapai kesuksesan. Sedangkan, ketika dekat dengan Allah maka kita tidak akan terjebak kesombongan setelah menjadi sukses.” Tutup Hamzah semangat. (Dinda/Tika)

Hamzah Izzulhaq “Juragan Bimbel di Usia Muda”

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: