Debby Novita Andriani “Lurah Termuda yang Kekinian”


IMG_0014

Di balik peliknya sistem pemerintahan di Indonesia, sosok wanita muda ini sudah menjadi lurah termuda saat ini!

Banyak media yang terkejut saat Basuki Tjahaja Purnama melantik ribuan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI awal tahun ini. Pasalnya Debby Novita Andriani berhasil mencuri perhatian publik dengan usianya yang baru 27 tahun, namun sudah menjadi kepala kelurahan termuda di Jakarta, khususnya di kelurahan Tanjung Barat.

“Saya terlahir sebagai anak bungsu dari empat bersaudara di sebuah keluarga yang sangat sederhana. Mendiang Ayah saya lulusan SLTA yang bekerja sebagai pamong kelurahan, sementara Ibu saya lulusan SMP yang sangat fokus mengurusi anak-anaknya. Meski Ayah seorang pamong kelurahan, kehidupan PNS zaman dulu tidak terlalu sejahtera seperti PNS zaman sekarang. Dulu, gaji PNS sangat kecil dan beras dari pemerintah saja tidak cukup karena ada sistem penjatahan,” jelas Debby.

Kesulitan yang dihadapi keluarganya nggak membuat Ayah Debby melupakan pendidikan anak-anaknya. Bahkan, melakukan segala cara agar anak-anaknya dapat bersekolah. “Dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, Ayah mempunyai trik khusus untuk membiayai kuliah kakak-kakak saya. Dia ambil kredit motor dan menjualnya kembali. Saat sudah lunas digunakan untuk membayar semesteran kuliah kakak-kakak saya. Menurutnya, pendidikan sangat penting karena dapat memajukan taraf hidup seseorang. Itu yang membuat saya terinspirasi untuk maju,” tutur wanita kelahiran Jakarta, 14 November 1988 ini.

Debby yang memaklumi kondisi keluarganya, memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi kedinasan agar tidak membebani orangtuanya. “Setelah lulus SMA, saya sukses diterima di Jurusan Manajemen Sumberdaya Aparatur, IPDN. Saya sering homesick, tuh, karena nggak terbiasa jauh dari orangtua. Kehidupan kampus juga tidak mudah. Saya harus tidur ramai-ramai di barak, ada latihan fisik, plus makanan yang disediakan belum tentu menyenangkan. Jika sedang tanggal tua, saya membeli satu bungkus makanan untuk siang dan malam.” kisahnya.

IMG-20160201-WA0019

Jadi Lurah Termuda

Begitu lulus dari IPDN. Debby bekerja di kelurahan Karet Semanggi, lalu dipindahkan ke Lenteng Agung. Seiring dengan berjalannya waktu, ada kebijakan yang mewajibkan sekretaris kelurahan mengikuti lelang lurah. Saat itu, ada sekitar 600 orang yang mendaftar. Setelah melalui proses panjang dan pengumuman, ternyata Debby terpilih menjadi kepala kelurahan Tanjung Barat. Meski masih berusia 27 tahun. Ia pun harus menyukseskan program 5 Tertib Jakarta, meliputi tertib hunian, tertib sampah, tertib pedagang kaki lima (bekerja sama dengan satpol PP), tertib berlalu lintas, dan tertib berdemo yang biasanya di wilayah universitas.

Bagi Debby, tidak ada pekerjaan yang sulit bila diikuti dengan rasa ikhlas dan jujur. Ayahnya pernah berkata bahwa kita harus jujur bekerja. Jabatan adalah amanah, bukan penghargaan. Jika sudah jujur dan amanah, rezeki tidak akan ke mana. Jadi, saya menerapkan wejangan Ayah. Bahkan, ia juga mengidolakan Ahok, Gubernur DKI Jakarta.

“Berkat Ahok, saya mempunyai cita-cita menjadi gubernur DKI Jakarta. Saya paham bahwa untuk mencalonkan diri menjadi gubernur membutuhkan kendaraan politik. Namun, saat ini saya lebih fokus untuk membangun Tanjung Barat. Selain itu, saya belum berminat untuk memasuki ranah politik yang pelik. Untungnya, PNS diwajibkan netral untuk segala sesuatu yang berbau politik. Namun, hal yang ingin saya lakukan sekarang adalah mengurangi, bahkan mengatasi permasalahan di Tanjung Barat. Semoga saya dapat melakukan yang terbaik untuk warga saya.” Jelas Debby sambil tersenyum.

Sebelum mengakhiri wawancara, Debby berpesan kepada Sobat Kuntum agar rajin belajar. “Kejarlah cita-cita setinggi langit. Jangan merasa terhambat jika kondisi perekonomian keluarga tidak memungkinkan. Cari peluang untuk mendapatkan sekolah gratis. Banyak jalan menuju Roma, banyak jalan menuju kesuksesan. Lewat pendidikan, kualitas hidup akan semakin membaik,” tutup Debby. Siap, Bu Lurah! (Hartika Harbiyanti)

Debby Novita Andriani “Lurah Termuda yang Kekinian”

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: