Puisi : Tanah Air


Tanah Air

Hilir mudik kendara
lalu lalang tanpa dosa
tinggallah asap
debu yang kasap

Jalanan yang dulu indah
kini antah berantah
tinggal kisah
dan keluh kesah

Desau angin yang terdengar
kini suara knalpot hingar bingar
tak manusiawi
seakan telinga tak lagi berfungsi

Alvin Sofia Khoirunnisa

Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta

 

Balasan Tuhan

Banyak jumpa bencana melanda

dari sekian orang yang berbeda

Mereka tah tahu

bahwa bencana itu

merupakan dari Tuhan Yang Maha Kuasa

 

Andaikata manusia selalu bersyukur

hidup tidak akan menjadi tersungkur

Namun apa daya

itu semua hanya angan semu belaka

 

Oh, Tuhan

Apakah ini yang Engkau maksudkan

dari banyak sekian bencana

yang Engkau berikan

Mungkin inilah balasan Tuhan

Adi Wibowo Wicaksono Nugroho

SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta

 

 

 

Tanda Tanya Wajah Itu

 

Terekspresikan ragu

samar orang yang melihatmu

terpaku seribu tanda tanya

 

Ekspresi suasana hati itu

tak menentu walau padu

senyumpun bersisa air mata

dan tawa yang tersingkap
Oleh bait kesedihan

samar orang yang melihatmu

terpaku seribu tanda tanya

dia yang melihatmu

 

Jauh…

Jauh dari keramaian

samar orang yang melihatmu

berpesan syahdu dalam syair

lihatlah hati dengan hati pula

Azizah Nur Ibtihaj

Prambanan, Sleman

Puisi : Tanah Air

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: