Muhammad Nadjikh, Antara Leader dan Entrepreneur


DSC_Ir.-Mohammad-Nadjikh-5

Mencontoh Sosok Inspiratif Seorang Pengusaha yang Cakap Memadukan Wirausaha dengan Kepemimpinan

Pasca Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Muhammadiyah menobatkan Muhammad Nadjikh sebagai Ketua Majelis Ekonomi & Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020. Chief Executive Officer dari PT. Kelola Mina Laut (KML) ini telah mendirikan usahanya sejak tahun 1994, tepatnya saat beliau berusia 30 tahun. Hingga saat ini terdapat 25 perusahaan di bawah Group Kelola Mina Laut dengan jumlah total karyawan sebanyak kurang lebih 14.000 orang karyawan.

Kalau kita menilik sejarah perjuangan beliau hingga mampu membesarkan perusahaan yang memiliki pangsa pasar internasional seperti USA, Canada, Eropa, Rusia, Jepang, China, Taiwan, Australia dan belahan dunia lainnya ini. Mungkin Sobat akan sedikit tercengang! Nadjikh yang dilahirkan dari lingkungan pedagang ikan membuatnya tertarik untuk juga menggeluti usaha yang sama. Namun, ketika Nadjikh sedang menempuh kuliah, ayahnya meninggal dunia. Hal ini membuatnya jadi ujung tombak keluarga.

kml-food-runtuhkan-dominasi-negara-maju-cNs

Pada saat yang sama, pengusaha yang pada beberapa waktu lalu mendapatkan Frost & Sullivan Indonesia Excellent Awards 2015 kategori Seafood Company of The Year ini berpesan bahwa, “Anak-anak muda itu banyak maunya, banyak teorinya, banyak prosesnya. Tetapi lupa bahwa mereka kurang berani mengeksekusi, banyak pertimbangan dan sebagainya. Berpikir simple lah. Dicoba saja, mumpung belum ada beban keluarga. Habis lulus langsung coba masuk wirausaha. Modalnya pinjam orangtua. Kalau belum yakin sendirian, ya, dicoba berdua atau bertiga.” Selain itu, beliau juga memotivasi generasi muda bahwa mereka harus mempunyai semangat dan kerja keras yang tinggi. Baik yang berlatar belakang keluarga mampu maupun kurang mampu.

Bosan Jadi Dosen

Sejak berada di bangku kuliah, pengusaha kelahiran Gresik 8 Juni 1962 ini memang telah aktif dan berprestasi. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya menyiasati biaya kuliah seperti membantu penelitian dosen, menjadi asisten dosen, membuka les privat, bahkan menjadi guru SMA. Walaupun latar belakang pendidikannya adalah Jurusan Teknologi Industri Pertanian, namun pengusaha yang pernah tinggal di asrama ini juga sukses dalam berbisnis ikan dan pendirian Surya Mart di Jawa Timur.

Meski demikian, pemilik perusahaan yang tinggal di Kawasan Industri Gresik ini nggak serta merta jadi seorang pengusaha. Beliau sebelumnya pernah berkarir sebagai dosen. Namun, karena beliau menganggap bahwa pekerjaan dosen hanya monoton. Maka Nadjikh memutuskan untuk terjun di dunia wirausaha. “Saya dulu jadi dosen karena nilai saya paling baik seangkatan. Dosen mendukung saya. Nah, saya bilang, ‘saya coba dulu, ya, setengah atau satu tahun.’ Ternyata jadi dosen, ya, gitu-gitu aja. Terus saya berpikir, paling saya jadi professor atau doktor. Akhirnya saya berkarir ke swasta, saya terus berpikir bagaimana caranya menjadi pengusaha.” Jelasnya.

Sinergitas antara kepemimpinan dan kewirausahaan dalam diri Muhammad Nadjikh tercermin dalam program-program besarnya pada Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah yang terbingkai dalam “Muhammadiyah Incorporated”. Selebihnya, kita harus belajar dari sosok beliau untuk menjadi seorang wirausahawan yang punya jiwa kepemimpinan yang tinggi. Mari berbisnis, para pemimpin. (Fiya)


Like it? Share with your friends!

99

Muhammad Nadjikh, Antara Leader dan Entrepreneur

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: