ANIES BASWEDAN, Bangkit Spirit Baru


Photo by Rasyid (4)

Selaras dengan adanya pergantian roda kepemimpinan bangsa. Muncul sosok baru yang kini duduk di kursi pemegang tampuk masa depan pendidikan Indonesia. Namun, bukan soal wajah barunya yang hendak kita perhatikan, melainkan soal bagaimana arah gerak mimpi dari wajah baru tersebut!

Tokoh intelektual sekaligus akademisi bernama Dr. Anies Rasyid Baswedan, Ph.D ini lahir di Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969. Beliau adalah keturunan keluarga pendidik. Pantes aja, aura pendidik yang ada dalam dirinya kentara banget, Sob!

Langkah kecil Anies diawali ketika dirinya duduk di bangku SMP. Aktif jadi pengurus OSIS di bagian Humas, beliau pun pernah dijuluki sebagai “seksi kematian” oleh teman-temannya. Pasalnya rutin mengabarkan berita lelayu. Masuk SMA, geliat Anies masih berlanjut. Saat itu, dirinya didapuk jadi Ketua OSIS se-Indonesia. Bahkan sempat pula mengenyam program pertukaran pelajar (AFS) selama setahun di Amerika Serikat.

Ketika jadi Mahasiswa Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta, Anies pun menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa dan gabung di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). “Hingga kini saya selalu percaya bahwa anak muda itu emang minim pengalaman, maka dari itu dia nggak menawarkan masa lalu melainkan masa depan,” ujar tokoh peraih Young Global Leaders ini.

Seolah tak mau berhenti melangkah, karier penerima beasiswa Master Fullbright University of Maryland ini pun terus berkembang. Setelah menamatkan program doktornya di Northern Illinois University Amerika Serikat, Anies berperan sebagai direktur riset di Indonesian Institute Center. Hingga akhirnya di 2007, beliau diangkat menjadi Rektor termuda se-Indonesia di Universitas Paramadina.

Photo by Rasyid (2)

Prinsip Anies dalam hidup sangat sederhana, yakni selalu dikaitkan dengan “apakah secara intelektual dapat tumbuh” dan “apakah berpengaruh pada kehidupan social”. Sehingga wajar di tahun 2009, dirinya menelurkan gagasan cemerlang untuk turut serta membangun pendidikan Indonesia melalui gerakan akar rumput bernama Indonesia Mengajar. “Bagi Saya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu membuat orang yang dipimpin begerak, turun tangan, dan berkontribusi menyelesaikan masalah,” ungkap tokoh yang masuk dalam 500 Muslim berpengaruh di dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Center Jordania ini. Selain Indonesia Mengajar, Anies juga menginisiasi gerakan Indonesia Menyala, Kelas Inspirasi, Turun Tangan, bahkan turut pula di Gerakan Anti Korupsi KPK.

Sekian tahun lamanya mengabdi diri dalam berbagai kegiatan sosial. Ternyata memotivasi Anies untuk naik kelas dan mengabdi untuk negara. “Indonesia memiliki banyak masalah bukan karena banyaknya orang jahat, tetapi karena orang-orang baik memilih diam dan mendiamkan. Maka, saya pilih untuk turun tangan,” paparnya.

Keinginannya pun diamini hingga beliau diamanahkan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia ke-26. Dengan demikian, gagasan dan mimpi Anies untuk ikut iuran dalam membangun bangsa akan lebih leluasa. Meski akan cukup berat nantinya. Beliau pun menegaskan bahwa, “Republik ini maju bukan semata-mata karena satu-dua orang hebat, tapi karena begitu banyak rakyat hebat yang mau bekerja bersama-sama.”

Bagi Anies, agenda besar yang akan segera ditunaikan untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia adalah memperhatikan kondisi guru terlebih dahulu. Sebab, selama ini pola pendistribusian, kualitas dan kesejahteraan guru emang belum sesuai harapan. “Cara kita memperlakukan guru adalah cara kita memperlakukan masa depan. Maka kesejahteraan guru adalah kunci utama kualitas pendidikan,” beber tokoh yang juga masuk ke 20 orang pembawa perubahan dunia versi Majalah Foresight Jepang ini.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa” diletakkan Anies sebagai salah satu tanggung jawab untuk melunasi janji kemerdekaan. Sehingga beliau berinisiatif untuk mastikan anak Indonesia bisa sekolah dengan mutu terbaik. Semangat, Pak! Semoga pendidikan di Indonesia makin cetar, deh. Sobat juga nggak boleh ngeremehin pendidikan, ya! (Rasyid, sumber: aniesbaswedan.com)

ANIES BASWEDAN, Bangkit Spirit Baru

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: