Medina Warda Aulia : Woman Grand Master Indonesia


IMG_9144

Buat sobat yang memang penggemar catur, pastinya nggak asing lagi dengan nama Medina. Anak ketiga dari enam bersaudara ini memulai bermain catur pada awal tahun 2006. Gadis kelahiran Jakarta, 7 Juli 1997 ini bernama lengkap Medina Warda Aulia. Remaja muda yang sekarang telah duduk di bangku kuliah Universitas Indonesia ini mengaku sangat senang dapat meraih Grandmaster Perempuan termuda di Indonesia ketika usianya 16 tahun lebih 2 bulan. Medina berhasil memecahkan rekor Grandmaster yang sebelumnya dicetak pecatur Indonesia lainnya, Irene Kharisma Sukandar, pada usia 16 tahun 7 bulan.

“Perasaannya pastinya senang dan bangga karena pertama bisa bikin keluarga senang. Bawa nama baik Indonesia dan juga Woman Grand Master itu gelar tertinggi untuk wanita di catur. Itu tujuan utama aku selama ini. Apalagi jadi yang termuda. Tambah senang, deh.” Ungkap Medina semangat. Berawal dari sebuah obrolan singkat dengan sang ayahanda. Medina akhirnya dapat mengenal catur lebih dalam.

“Awalnya ayah, kan, lagi buka catur karena ada pertandingan antarperusahaan. Terus aku liat. Aku nanya ke ayah ‘ini apa?’ Terus ayah jawab ini pasukan gajah, pasukan kuda, ratu dan raja. Nah waktu itu aku lagi suka banget sama barbie dan catur, karena menurut aku sama-sama kerajaan.” Ujar Medina.

Asyiknya bercatur

Catur merupakan olahraga yang menyenangkan. Nggak terbatas hanya untuk kalangan orang tua aja. Dari yang muda sampai tua pun masih bisa menikmati bermain catur. Catur dibagi menjadi 3 bagian. Opening, Middle dan End Game. Di Opening, kita harus jadi buku yang punya banyak ilmu dan up to date tentang semua perkembangan. Di Middle, kita harus jadi penyihir yang punya banyak taktik dan strategi untuk menang. Lalu di End Game harus jadi akuntan yang tepat dalam menghitung semua langkah. Jadi catur itu juga memberikan efek di kehidupan karena setiap langkah yang diambil sama dengan setiap keputusan di kehidupan nyata untuk meraih kesuksesan. Ada beberapa hal yang membuat Medina bersemangat dalam bercatur sampai saat ini, yaitu karena motivasi dan impiannya selama ini.

“Catur itu strategi aku untuk bisa meraih masa depan yang cemerlang. Karena dengan mendalami dunia catur, aku bisa meraih prestasi, ilmu dan pengalaman yang luar biasa. Meski masih tergolong muda. Juga didorong sama motivasi Mama yang pengen salah satu anaknya bisa berprestasi tingkat dunia.” Tegasnya.

Baca Al-Quran sebelum tanding

Gadis yang sangat mengidolakan Judid Polgar dari Hungary ini juga berbagi tips dengan mengenai rahasia suksesnya dalam bertanding. ”Gak ada yang khusus, sih. Cuma aku biasanya setiap pertandingan bawa Al-Quran. Setiap sholat aku baca sama artinya dan itu membantu banget untuk menenangkan pikiran dan hiburan juga karena kayak buku cerita sejarah. Sebelum tanding aku biasanya dzikir dan ngomong dalam hati, kalah menang yang penting usaha. Jadi lebih nggak ada beban.” Tutur Medina.

Selama berkali-kali pertandingan, Medina juga pernah mengalami yang namanya kekalahan. Kekalahan itu sebuah pengalaman dan juga momen dimana kita bisa lebih introspeksi diri dimana letak kekurangan atau kesalahan. Bukan cuma teknik di catur tapi juga sikap dan kebiasaan. Hingga Medina pun pernah beradu melawan Huo Yifan dari China, salah satu perempuan top 5 di dunia.

Medina juga berpesan kepada Sobat Kuntum. “Jika memiliki suatu impian kejarlah dengan tekun hingga mimpi tersebut berada dalam genggamanmu.” Semoga prestasi Medina Warda dapat menginspirasi agar terus berjuang meraih cita-cita dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin. (Dinda/Photos
Dok.Medina)

Comments 0

Medina Warda Aulia : Woman Grand Master Indonesia

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
%d blogger menyukai ini: